Pasal Santet Ajang Anggota Dewan Promosi Jelang Pileg

|

Ilustrasi santet (Foto: Dok Okezone)

Pasal Santet Ajang Anggota Dewan Promosi Jelang Pileg

SOLO- Praktisi Hukum Rony Wiyanto mengaku heran dengan DPR, yang kembali menggelontorkan niat mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP terkait delik aduan Santen disahkan menjadi Undang-Undang.

Menurutnya, pasal tersebut sudah dianggap basi. Hukum Indoneisa bukan suatu prodak raba-raba, namun merupakan produk yang menyodorkan suatu alat bukti dan bisa dibuktikan dalam persidangan.

"RUU tersebut produk basi. Sudah lama sekali RUU tersebut diwacanakan, sekarang timbul lagi. Padahal para wakil rakyat itu sendiri sangat paham, bila hukum bukan produk raba-raba, sehingga saya tidak setuju RUU tersebut disahkan jadi UU," kata Rony kepada Okezone di Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/3/2013).

Bila pasal tersebut tetap dipaksakan dan menjadi UU, bisa dipastikan akan terjadi kerancuan dalam penegakan hukum. Salah tangkap dan vonis yang salah dijatuhkan akan banyak sekali terjadi di Indonesia.

"Sedangkan santet buktinya apa? Silet, paku, rambut, atau pengakuan dari korban. Ini bukan korban pemerkosaan atau penganiayaan, jadi sangat sulit. Sudah pasti, polisi akan banyak sekali melakukan salah tangkap," paparnya.

Rony menduga, kembali bergulirnya RUU Santet tidak lebih dari upaya para wakil rakyat untuk menaikan popularitasnya menjelang pemilu. Dengan mereka mengutarakan persoalan RUU, tidak ubahnya mereka mempromosikan diri secara gratis kepada masyarakat.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Belasan Anggota Geng Motor Diamuk Warga