Trauma, Tahanan LP Sleman Suka Melamun & Tak Mau Makan

LP Cebongan, Sleman (Foto: Prabowo/Okezone)

Trauma, Tahanan LP Sleman Suka Melamun & Tak Mau Makan
SLEMAN - Dampak penembakan sadis yang dilakukan sekelompok orang bersenjata di Lapas Kelas IIB, Cebongan, Kabupaten Sleman, DIY, masih dirasakan 31 tahanan dan 10 petugas lapas.
 
Bagaimana tidak, mereka menyaksikan langsung empat tahanan kasus penganiayaan yang menewaskan seorang anggota TNI itu dieksekusi dengan cara ditembak dari jarak dekat.

Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Lapas Cebongan, Aris Bimo, menjelaskan, ada beberapa tahanan yang mengalami trauma berat. Selain banyak melamun, mereka juga tidak mau makan.

“Masih ada satu dua orang yang belum mau makan. Mereka melihat secara langsung penembakan empat tahanan tersebut,” ucap Aris, Selasa (26/3/2013).

Dia menambahkan, tahanan beragama Islam yang mengalami trauma mendapat siraman rohani lebih intensif. Pihak lapas mendatangkan ustaz.

Demikian juga untuk para tahanan Kristiani. Selama tiga pekan ke depan, mereka akan mendapat siraman rohani yang diberikan tim yang berasal dari gereja-gereja di DIY.

“Ada 45 orang yang kami berikan, dua di antaranya adalah tahanan yang berada di satu kamar dengan Dicky (tahanan titipan yang tewas),” kata Rima Matruti, koordinator tim yang juga pendeta Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gejayan.

Menurut Rima, trauma dan ketakutan masih sangat kentara dari wajah-wajah para tahanan. "Terapi lainnya, kami berikan games,” pungkasnya.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wakil Rakyat dari Golkar Mengaku Dicabuli Sesama Anggota Dewan