Kasus LP Cebongan Serangan Meneror, Bukan Aksi Teror

Petugas Sedang Menjaga Lp Cebongan (foto: Okezone)

Kasus LP Cebongan Serangan Meneror, Bukan Aksi Teror
JAKARTA - Mabes Polri diminta untuk segera menerjunkan anggota Densus 88 dalam penyelidikan kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
 
Menurut pengamat kepolisian, M. Oli, untuk saat ini Densus 88 tidak perlu ikut campur dalam masalah tersebut. Alasannya, kasus penyerangan LP Cebongan bukanlah aksi teror.
 
"Ini serangan menteror, kalau kasus terorisme perlu dilakukan penyelidikan lebih dalam," kata M. Oli, saat berbincang dengan Okezone, Selasa (26/3/2013).
 
Dijelaskannya, kelompok bersenjata tidak hanya terjadi saat penyerangan terhadap LP Cebongan saja, beberapa kasus penyerangan lain juga menggunkan senjata api organik.
 
Kasus penyerangan ini, kata dia, hanya perlu diselesaikan dengan kerja sama antara dua institusi pusat yakni Mabes Polri dan Ditjen Pemasyarakatan, Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).
 
"Kerja sama antara polisi dan Kemenkum HAM sudah cukup, tidak perlu melibatkan Densus 88 yang saat ini belum jelas dibawah rantai komando siapa antara BNPT atau Polri," jelasnya.
 
Namun, sambung Oli, kalau tetap melibatkan Densus 88 untuk melakukan penyelidikan Polri harus meminta ijin terlebih dahulu ke Ditjen Pas dikarenakan tempat penyerangan berada dibawah institusi tersebut.
 
"Selain itu, (ikut serta Densus 88) harus ditentukan pimpinan setempat (Polda DIY) apakah aksi teror atau bukan," jelasnya.
(cns)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pimpinan DPR Kaji Perubahan Kementerian Jokowi