Dikeroyok Banyak Partai, PDIP Pede di Pilgub Bali

|

Ilustrasi

Dikeroyok Banyak Partai, PDIP Pede di Pilgub Bali
DENPASAR - Meski dalam Pemilihan Gubernur Bali, pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan, berhadapan dengan banyak partai, namun PDI Perjuangan optimis bisa meraih hasil terbaik. Keyakinan itu karena saat ini performa mesin politik cukup solid.

Fungsionaris DPP PDIP Budiman Sudjatmiko mengakui, kebijakan partai saat ini adalah mengusung kader sendiri dalam pemilukada seperti halnya Pilgub Bali yang mengusung kader duet Puspayoga dan Sukrawan atau Paket PAS.

Diketahui, dalam pilgub 15 Mei mendatang, pasangan PAS akan bertarung dengan pasangan yang diusung Koalisi Bali Mandara dari sembilan parpol, di antaranya Demokrat dan Golkar yang mengusung Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta.

"Bali merupakan satu contoh di mana kami kembali kepada kader. Pak Puspayoga sebagai seorang kader cukup lama, terlibat perjuangan di PDIP cukup lama, ini adalah bentuk apresiasi," ujar Budiman, Rabu (27/3/2013).

Selama ini PDIP telah melakukan evaluasi. Ketika menomorduakan kader, padahal yang bersangkutan cukup potensial, kemudian diganti yang lain ternyata di dalam menimbulkan persoalan. Hal inilah, sambung Budiman, yang akan disolidkan oleh PDIP.

Terkait dengan figur Puspayoga, menurut dia, meskipun saat ini tengah "dikeroyok" banyak partai namun tanpa bermaksud sombong atau jumawa Budima menilai performa PDIP di Bali cukup solid.

"Jadi ukurannya sekarang bukan Pak Puspayoga semata sebagai seorang kader, tetapi bagaimana mesin partai itu solid," tegas Budiman yang anggota DPR ini.

Dia melanjutkan, kesoliditan partai itulah yang menjadi ukuran dan fokus PDIP untuk berkerja. "Yang kami dengar Bali solid begitu," tegas mantan aktivis Partai Rakyat Demokratk (PRD) ini.

Pada bagian lain, diungkapkannya, perhelatan pilkada di sejumlah daerah merupakan ajang pra-kondisi untuk menyambut pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014. Bagi PDIP, sambung Budiman, hal itu merupakan uji coba bagaimana konsolidasi partai harus berjalan sampai bawah.

"Meskipun kalah, kalau kader akan mengapresiasi sikap partai. Kemarin kita akui ketika partai membawa orang lain, mungkin menang tetapi internal dampaknya kurang," jelasnya.

Kondisi itulah yang kemudian melahirkan persoalan di dalam, sehingga ketika menghadapi beberapa hajatan pilkada menjadi terbata-bata. Atinya, PDIP kerepotan dan terseok-seok akibat kekecawaan internal. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Diganggu 'Penunggu' Istana