Awal 2013, 13 Polisi Dikeroyok & Dibacok Masyarakat

Senin, 01 April 2013 05:52 wib | Arief Setyadi - Okezone

Awal 2013, 13 Polisi Dikeroyok & Dibacok Masyarakat Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Awal 2013, terdapat sebanyak 13 polisi mengalami kekerasan oleh masyarakat. Enam dari polisi tersebut mengalami aksi pengeroyokan dan tujuh lainnya mengalami luka senjata tajam, dimana dua diantaranya tewas.  
 
"Lima di antaranya adalah perwira. Sisanya, tujuh polisi jajaran bawah. Kasus terakhir yang terjadi menimpa Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan yang dikeroyok hingga tewas," ujar Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam siaran persnya yang diterima Okezone, Minggu (31/3/2013).
 
Menurut Neta, fenomena ini membuat IPW prihatin dan ini harus menjadi catatan bagi Polri, mengingat sejak tiga tahun terakhir sikap masyarakat terhadap petugas kepolisian semakin anarkis. Pada tahun 2011 saja, ada 20 polisi yang tewas saat bertugas. Lalu, pada tahun 2012 kembali mengalami peningkatan, dimana 29 orang anggota polisi tewas dan 14 luka-luka.
 
"IPW menilai ada tiga hal penyebab munculnya fenomena pengeroyokan polisi. Pertama, kesadaran hukum masyarakat kian rendah. Kedua, kejengkelan sebagian masyarakat kian tinggi karena menilai polisi cenderung arogan, diskriminatif, dan represif. Ketiga, polisi kian kurang terlatih dan dalam melakukan operasi penangkapan kurang dilengkapi data-data komperhensif sehingga tidak bisa melakukan antisipasi maksimal," pungkasnya.
 
Berikut daftar kekerasan yang dialami oleh polisi berdasarkan catatan IPW:
 
Rabu 2 Januari 2013:
Anggota Polsek Duren Sawit, Bripka Ridwan Simanungkalit ditusuk tiga preman saat mencoba melerai keributan di dekat Pospol Pondok Kopi, Jakarta Timur. Akibat penusukan itu, Ridwan dirawat di IGD RS Polri Kramat Jati, Jakarta.
 
Kamis 17 Januari 2013:
Kanitreskrim Polsek Gandapura, Aipda Trisna Junaidi, terkena luka bacok saat menangkap tersangka penganiayaan, Khairil Anwar (25). Saat itu tersangka hendak melarikan diri ke perkebunan milik warga di kawasan Gandapura, Bireuen, Aceh. Korban bersama enam polisi lain berusaha menangkapnya. Tersangka melakukan perlawanan dan membacok Aipda Trisna hingga urat nadi tangannya nyaris putus.
 
Kamis 31 Januari 2013:
AKBP Herman Sikumbang, Wakasat Brimob Polda Sulsel mengalami luka serius setelah bagian dada kanannya terkena tembakan papporo (senjata api rakitan). Saat itu korban sedang berusaha melerai bentrokan dua pendukung cagub Sulsel di Jalan Lasinrang, Makassar. Korban saat itu juga dibawa ke RS Wahidin Sudirohusodo.
 
 
Kamis 14 Februari 2013:
Anggota Brimob, Briptu Yusriadi luka-luka setelah dikeroyok dan dibacok segerombolan geng motor, di depan ATM Drive-Thru BNI Jalan AP Pettarani, Makassar. Akibatnya korban dirawat intensif di RS Bhayangkara, setelah jari tangan kirinya terluka saat menangkis sabetan golok dari pelaku yang berjumlah 5 orang tersebut.
 
Rabu 27 Februari 2013:
Bripka Sugianto yang sedang menilang pengendara sepeda motor di Pos Polisi Gayamsari, Joga tiba-tiba didatangi seorang lelaki, yang langsung membacoknya. Korban mencoba menangkis dengan lengannya tapi pelaku terus membacok dengan membabi buta. Akibatnya korban menderita luka di kepala dan jari.
 
Jumat 15 Maret 2013:
Briptu Amirullah anggota Lantas Polres Aceh Utara yang sedang menggelar razia, kritis setelah ditabrak mobil Avanza pembawa ganja. Semula mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dan menerobos blokade razia. Amirullah lalu mengejarnya dengan moge polisi tapi tiba-tiba mobil berbalik arah dan menabrak Amirullah.
 
Rabu 27 Maret 2013:
AKP Suhardiman anggota Direktorat Sabhara Polda Aceh tewas ditikam tetangganya di Jalan Teuku Iskandar, Ulee Kareng, Banda Aceh. Saat itu korban singgah di warung kopi Nuri di Ulee Kareng. Pelaku yang mendatangi korban terlibat cek-cok. Korban yang berseragam polisi itu sempat lari ketika pelaku menggebrak meja. Tapi pelaku mengejar dan menikam korban.
 
Kamis 3 Januari 2013:
Seorang polisi yang sedang mengamankan aksi demo di Kantor Menko Perekonomian dikeroyok tiga petugas keamanan dalam (Pamdal). Pengeroyokan terjadi saat polisi tersebut sedang berusaha merelai bentrokan antara demonstran dengan petugas Pamdal. Akibat pengeroyokan ini tiga anggota Pamdal dijadikan tersangka.
 
Selasa 29 Januari 2013:
Brigadir Anthoni (35) anggota Polantas Polresta Manado, Sulut dianiaya sejumlah orang yang merupakan bagian dari iring-iringan pengantar jenazah yang melintas di di Jalan Sam Ratulangi. Saat itu korban yang menggunakan motor patroli hendak mengatur arus lalulintas. Tiba-tiba beberapa anggota rombongan protes dan mengeroyoknya.
 
Minggu 17 Maret 2013:
AKP Maju Harahap, Kanit Lantas Polsekta Percut Sei Tuan, Medan, Sumut dikeroyok dua anggota ormas. Sehari kemudian kedua tersangka, Krismas Efendi Panggabean (28) dan Juniter Pandapotan Hasibuan (28) berhasil ditangkap. Kasusnya bermula ketika kedua tersangka bersama sejumlah rekannya anggota AMPI naik sepeda motor dan mobil, melintas di Jalan Mandala By Pass. Merasa jalannya dihalang-halangi, tersangka memukuli korban.
 
Senin 18 Maret 2013:
Anggota Polsek Sukmajaya, Briptu Eko Budianto dikeroyok dua pria misterius di Pos Laka Lantas di Jalan Juanda, Depok, Jabar. Akibat pemukulan Eko mengalami memar di perut sebelah kanan dan ada goresan di dada. Pengeroyok lelaki berambut cepak dan berjaket hitam.
 
Minggu 24 Maret 2013:
Briptu ANL (31) anggota Posek Wawaykarya, Lampung Timur babak belur dikeroyok massa, setelah digerebek saat menginap di rumah pasangan selingkuhnya, Rus (40) di Desa Karanganom. ANL masuk ke rumah ibu tiga anak itu saat suaminya tidak ada di rumah.
 
Rabu 27 Maret 2013:
Sekitar 100 orang mengeroyok Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan hingga tewas. Pengeroyokan terjadi saat hendak menangkap bandar togel di Dusun Merek Raja Huta, Desa Butu Bayu Panei Raja, Simalungun, Sumut.
(hol)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »