9 April, PKS Daftarkan 15.462 Bakal Caleg ke KPU

|

ilustrasi dok. okezone

9 April, PKS Daftarkan 15.462 Bakal Caleg ke KPU

JAKARTA - Jelang penyerahaan Daftar Caleg Sementara (DCS) pada bulan April 2013 ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyiapkan 15.462 bakal calon legislatif baik untuk pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota.

 

Presiden PKS Anis Matta mengatakan, sebelum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), para bakal caleg tersebut akan terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk uji kelayakan.

 

"Seluruh caleg tersebut saat ini tengah menyiapkan berbagai persyaratan administratif untuk didaftarkan ke KPU baik tingkat pusat maupun daerah secara serentak pada tanggal 9 April 2103 mendatang," kata Anis, melalui rilois yang diterima Okezone, Senin (1/4/2013).

 

Menurutnya, seluruh bakal caleg PKS sudah melalui tahapan verifikasi internal partai yang cukup ketat. Dari total jumalh bakal caleg tersebut, sebanyak 476 orang merupakan bakal caleg DPR, 1.816 orang untuk DPRD Provinsi, dan 13.170 untuk Kabupaten/Kota.

 

Dikatakannya, caleg PKS merupakan usulan kader dari tingkat bawah yang disertai dengan penilaian atas penguasaan dasar perjuangan partai.

 

"Nantinya melalui KPU kami juga meminta masukan masyarakat atas caleg asal PKS. Inilah saatnya menguji komitmen para caleg terhadap kepentingan rakyat," imbuhnya.

 

Anis juga meminta seluruh struktur untuk mendaftarkan bakal caleg ke KPU di hari pertama pendaftaran yaitu tanggal 9 April pekan depan.

 

"Secara umum, stock kader PKS melimpah ditambah dengan unsur-unsur tokoh yang sejalan dengan garis perjuangan partai, maka kami tidak kesulitan memenuhi jumlah maksimal dengan kualitas caleg yang mumpuni pula," ujar Anis.

 

Terkait keterwakilan perempuan, Anis menyatakan PKS sudah memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan dan dalam urut zipper seperti arahan KPU.

 

"Sejak Pemilu 1999, PKS selalu memenuhi kuota perempuan, maka pemilu 2014 pun tetap terpenuhi kuota tersebut," pungkasnya.

(cns)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    TIK Dihapus, Guru Ini Ngajar Lewat Blog