Tri Dianto: Biarkan Saya Dihina

|

Tri Dianto (Foto:Sindonews)

Tri Dianto: Biarkan Saya Dihina

DENPASAR- Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap Tri Dianto merasa heran dengan pernyataan politikus Demokrat Sutan Bhatoegana yang menyebutnya sebagai sengkuni. Kata Tri Dianto, dirinya tidak pernah dekat dengan lingkaran kekuasaan atau presiden, sehingga tak mungkin dia bisa menjadi pembisik layaknya Sengkuni dalam tokoh pewayangan.

Menurutnya, orang yang menyebutnya sebagai sengkuni itu tidak mengetahui dirinya yang sebenarnya sebagai seorang kader partai berlambang bintang mercy. "Bang Sutan 1.000 persen salah, menyebut saya sengkuni," tegas Tri, Selasa (2/4/2013).

Diketahui, istilah sengkuni belakangan kian populer setelah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menuding jika banyak sengkuni di partai yang dinahkodai Susilo Bambang Yudhoyono.

Tri mengungkapkan, sengkuni, itu adalah orang-orang yang berada dekat dengan raja atau presiden atau kekuasaan saat ini. Presiden memiliki pembantu atau penasihat, biasanya orang tua yang memberikan nasihat kepada raja atau presiden. Tokoh sengkuni yang digambarkan itu terlihat baik, padahal sejatinya sosok yang jahat, culas dan suka menikam dari belakang.

Karena itu, dia heran dengan tudingan Sutan bahwa dirinya seorang sengkuni.  "Bagaimana saya dikatakan sengkuni, saya tidak dekat dengan raja tidak dekat dengan presiden, bagaimana mungkin," tanya mantan pengusaha jamu ini.

Tri  menegaskan dia tidak memiliki kepentingan apapun di partainya. Dikatakannya, hal yang selama ini disuarakannya murni timbul dari dalam hati, termasuk soal pencalonannya menjadi ketua umum. "Biarkan saya dihina, dicaci maki dilecehkan oleh orang-orang yang di atas, ya tidak apa apa. Masak saya yang jauh dari raja presien lantas dibilang sengkuni, sengkuni dari mana," ujarnya.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Janda Icih Tewas saat Antre Dana Kompensasi BBM