Yulianis Tak Lakukan Pencemaran Nama Baik Ibas

Rabu, 03 April 2013 02:15 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Yulianis Tak Lakukan Pencemaran Nama Baik Ibas Yulianis (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Laporan keuangan mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, yakni Yulianis yang menyebut adanya aliran dana ke Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro (Ibas) tidak termasuk dalam kategori pencemaran nama baik.  
Hal ini disampaikan, pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI), Gandjar Laksamana. Menurutnya, apa yang disampaikan Yulianis tak termasuk pencemaran nama baik, karena tidak ada unsur negatif di dalamnya.
 
"Kata menerima bukan berarti menerima suap. Yulianis hanya bilang Ibas menerima uang dari Nazar. Yulianis tidak mengatakan Ibas menerima suap kok. Kalau bilang menerima suap baru dikatakan pencemaran nama baik," ungkap Gandjar di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Selasa (2/3/2013).
 
Gandjar mengatakan, Ibas sebaiknya tidak melaporkan Yulianis ke Polda Metro Jaya, terkait beredarnya laporan keuangan dan peryataan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai itu, bahwa putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima  uang USD 200ribu.
 
"Karena tidak senang, bukan berarti orang itu dilaporkan ke polisi," tegasnya.
 
Dia berharap, penyidik Kepolisian dapat membedakan mana ranah pidana yang memang pencemaran nama baik dan mana yang bukan. "Yang nama tindakan tidak menyenangkan itu adalah, kewajiban atau kerja  kita terhalang karena ulah orang yang menghina itu," sambungnya.
 
Menurut Gandjar, ada kekhawatiran, jika hal ini dilakukan setiap orang, maka akan menutup seseorang untuk menyampaikan kesaksiannya di persidangan, karena takut dikatakan telah melakukan pencemaran nama baik.
 
"Yah nanti orang bersaksi bisa takut, karena dibilang pencemaran nama baik. Apa-apa dikaitkan pencemaran nama baik, di sana ada tidak kaitan negatifnya," pungkasnya.
(ydh)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »