Depresi, Istri Polisi Gantung Diri di Dapur

Depresi, Istri Polisi Gantung Diri di Dapur
KULONPROGO - Diduga depresi, seorang istri polisi, warga Dusun Pundak II, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, DIY, gantung diri dini hari tadi.

Jenazah perempuan bernama Setyowati (45) itu kali pertama kali ditemukan suami korban, Ipda Purnomo (45), sekira pukul 03.00 WIB.

Purnomo curiga karena tidak mendapati istrinya di tempat tidur. Dia pun mencari ke beberapa bagian rumah dan mendapati Setyowati sudah dalam kondisi tergantung tali tambang plastik di dapur. Pria yang sehari-hari bertugas di Polresta Yogyakarta itu langsung melapor ke Polsek Nanggulan.

Setelah diperiksa, petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh perempuan yang juga bidan di Puskesmas Nanggulan itu.

Kapolsek Nanggulan, Kompol Rachmat Hartono, mengatakan, ciri-ciri yang ditemukan, seperti kotoran dan urine di celana dalam, mengindikasikan korban tewas karena gantung diri.

“Ini murni bunuh diri. Bagian muka korban juga membiru akibat tidak ada pasokan oksigen karena lehernya terjerat tambang,” jelas Rachmat.

Informasi yang dihimpun polisi, Setyowati sempat mengeluh susah tidur pada suaminya. Selain itu, korban diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa. Hal ini diketahui dari beberapa surat dokter dari RS Grasia, Pakem, Sleman.

Dalam surat yang dikeluarkan pada Oktober dan November 2012 itu, pihak rumah sakit menerangkan bahwa Setyowati menjalani rawat jalan atas depresi.

“Informasi yang kami himpun, korban memang pernah dirawat di Pakem empat bulan lalu. Korban ini diharuskan rawat jalan beberapa kali. Kami simpulkan korban murni bunuh diri karena depresi,” sebutnya.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Dibawa Kabur Pacar, Siswi SMA Disiksa & Disetubuhi