Adegan Live Sex Kevin-Devi di Indonesia Masih Tabu

|

Ilustrasi mesum

Adegan Live Sex Kevin-Devi di Indonesia Masih Tabu

SURABAYA- Perilaku beradegan live sex yang dilakukan oleh pasutri, Kevin (32) dan Devi (30), bukanlah hal yang tabu jika dilakukan diluar negeri. Pasalnya, negara selain Indonesia adegan tersebut sudah masuk dalam kategori industri.

"Hanya saja prilaku live sex ini dilakukan di Surabaya dan secara luas di Indonesia yang memegang teguh adat ketimuran. Coba kondisi itu dilakukan di luar negeri, maka akan memperoleh keuntungan," ujar Pakar Seksologi Rumah Sakit Adi Husada Surabaya, dr Susanto, kepada Okezone, Kamis (4/4/2013).

Dia mencontohkan, seperti di Pataya (Thailand), Tanah Genting (Malaysia), Kawasan Geylang (Singapura), dan lain-lain, live sex menjadi hal yang biasa dan menjadi hiburan. Artinya, beberapa tempat tersebut memang sengaja menyuguhkan live sex untuk hiburan.

"Mereka bayar pajak dan secara legal di mata pemerintah, sehingga akan mendapatkan devisa. Hiburan itu termasuk industri yang banyak mendatangkan uang luar biasa," ujarnya.

Dianggap kelainan atau tidak, lanjut Susanto, tinggal dilihat dari sudut pandangnya. Akan dianggap hal yang biasa jika Defiasi Seksual dilakukan di luar negeri, seperti prilaku Eksibisionis atau prilaku masturbasi di depan umum.

Namun, prilaku itu menjadi biasa ketika dilakukan di sebuah klub malam di luar negeri. Malahan bisa mendatangkan keuntungan.

Sementara itu, para penikmat adegan live sex ini memiliki prilaku Voyerisme atau Skopoffilia. Prilaku ini adalah cara melihat atau mengintip kelamin orang lain. Bahkan adanya kerelaan dari si penikmat membayar sejumlah uang untuk bisa melihat adegan seks secara langsung dari orang lain.

"Di Eropa malah ada dengan membayar 1 Euro dapat melihat orang menanggalkan bajunya pelan-pelan hingga telanjang," tukasnya.

Sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap jasa live sex yang disediakan. Kasus ini cukup menghebohkan publik Surabaya.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kejagung Sita Aset Udar Pristono