Ini Motif Bentrok Rudenim versi Polisi

Jum'at, 05 April 2013 20:24 wib | Wahyudi Siregar - Okezone

Ini Motif Bentrok Rudenim versi Polisi Jenazah pengungsi Rohingya di RSU Pirngadi (Foto: Irwansyah/Okezone) MEDAN - Polda Sumatera Utara memastikan, bentrok antara ABK asal Myanmar dan pengungsi Rohingnya di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Jumat (5/4/2013) dini hari tadi bukan karena persoalan rasial, melainkan upaya pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu ABK terhadap tiga perempuan pengungsi Rohingnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Heru Prakoso, kepada Okezone, mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap 21 orang yang diperiksa Mapolresta KPPP Belawan, diketahui bentrok bermula saat tiga perempuan mengaku mendapatkan pelecehan seksual secara fisik dari salah seorang ABK.

Ketiganya lantas melaporkan tindakan pelecehan tersebut pada Ustaz Ali, tetua para pengungsi Rohingnya. Ali lalu melanjutkan laporan tersebut kepada pengawas Rudenim dan kedua pihak dimediasi.

Kedua pihak awalnya sempat berdamai, namun ada pihak yang kurang puas dan kembali memperbincangkan persoalan tersebut, hingga membuat salah satu ABK tersulut emosi. Dia mengambil sebilah pisau, serta memprovokasi tujuh ABK lainnya untuk menikam Ustaz Ali.

Setelah ditikam, Ustaz Ali melawan dan sempat bergumul hingga memancing perhatian pengungsi lainnya. Sebanyak 150 pengungsi Rohingnya lainnya pun mengeroyok delapan ABK hingga tewas, dengan menggunakan tangan serta pecahan perabot Rudenim, seperti patahan kursi, meja, dan ruang bilik.

"Jadi enggak benar soal SARA. Ini soal pelecehan seksual, kebetulan saja korbannya ustaz tetua para pengungsi yang diminta untuk memediasi kasus pelecehan seksualnya," terang Heru, Jumat (5/4/2013).

Sementara itu terkait isu penyusupan senjata tajam untuk khusus membunuh Ustaz Ali, Heru kembali membantahnya.

"Di Rudenim itu para penghuni memang cukup bebas. Kawan-kawan kan lihat sendiri, bilik mereka enggak dikunci. Bahkan sering kali mereka keluar sebentar lalu masuk lagi. Jadi kalau ada pisau masuk ke dalam saya pikir enggak langsung bisa diterjemahkan seperti yang kawan-kawan katakan tadi. Tapi ya memang agak sedikit mengecewakan pengawasan di sana," tuturnya.

Heru mengaku sudah menyita kamera pengawas (CCTV) di Rudenim untuk penyelidikan sekaligus membuktikan kebenaran keterangan para pengungsi Rohingnya.
(tbn)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »