Kuras Kartu Kredit Curian, Asisten Pengacara Masuk Bui

Ilustrasi

Kuras Kartu Kredit Curian, Asisten Pengacara Masuk Bui
BANDUNG - Orang mengerti hukum bukan berarti tidak akan terjerat hukum. Hal itu terbukti dari penangkapan HS (38), seorang Sarjana Hukum (SH) yang bekerja sebagai asisten pengacara akibat ulahnya menggunakan kartu kredit hasil curian.

Kejadian ini bermula saat korban bernama Reggy M Panggabean (68) kehilangan tas berisi barang berharga termasuk kartu kredit. Pelaku pencurian adalah D dan H yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“D dan H itu berteman dengan HS. Nah, keduanya memberikan kartu kredit hasil curian kepada HS,” jelas Kapolsekta Sumur Bandung, Kompol Janter Nainggolan, Jumat (5/4/2013).

HS pun berbelanja beberapa barang elektronik dan telefon genggam di pusat perbelanjaan yang ada di Bandung hingga mencapai Rp51 juta.

Tanpa disadari, korban tiba-tiba menerima pesan singkat berisi pemberitahuan telah melakukan transaksi menggunakan kartu kredit di pusat perbelanjaan. “Korban pun langsung menyuruh orang datang ke BEC untuk mengecek. Ternyata saat dicek ternyata betul ada transaksi dengan menggunakan kartu credit,” terangnya.

Orang suruhan korban langsung berkoordinasi dengan satpam setempat untuk mengamankan HS. Saat diamankan, HS yang mengelak sempat melakukan perlawanan dan melarikan diri. Atas kecekatan dan kesigapan satpam, dia tertangkap dan langsung digiring ke Mapolsekta Sumur Bandung yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Dalam pemeriksaan, HS mengakui segala perbuatannya. Dia pun mengaku kalau kartu credit itu pemberian D dan H. Sedangkan jumlah kerugian korban akibat kartu credit yang dibelanjakan mencapai Rp51 juta,” tuturnya.

Sementara itu, HS mengaku tidak tahu jika kartu tersebut adalah hasil curian. Bahkan dengan tenangnya, HS membelanjakan bebrapa barang elektronik dan smartphone keluaran terkini untuk dijual kembali.

"Saya hanya disuruh D dan H agar kartu kredit segera dibelanjakan,” kilah HS yang bekerja sebagai asisten pengacara bagian non-ligitasi.

Kini selain menetapkan HS sebagai tersangka, polisi juga masih memburu D dan H yang ikut terlibat dalam aksi tersbut. Kini HS mendekam di ruang tahanan Mapolsekta Sumur Bandung dan dijerat Pasal 362 KUHPidana tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara selama enam tahun. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mayat dengan Tubuh Hancur Gegerkan Warga