Pasal Penghinaan Presiden

Apa Batasan Menghina Presiden?

Minggu, 07 April 2013 10:35 wib | Marieska Harya Virdhani - Okezone

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone) DEPOK- DPR sedang membahas pasal penghinaan terhadap presiden dalam pasal 256 RUU KUHP. Dalam aturan itu, penghina presiden  bisa dipidana dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp300 juta.

Menurut pengamat sosial dan budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, pasal tersebut tidak akan jelas batasannya. Dia mempertanyakan bagaimana mengukur ketersinggungan tiap-tiap presiden.

"Apa Batasan menghina Presiden, apakah mencoret gambar sudah menghina presiden, atau membakar foto, batasannya subjektif. Karakter orang kan macam - macam, misalnya coret mata saja sudah bisa dianggap menyinggung presiden. Sekarang kan tergantung presidennya," kata Devie kepada Okezone, Minggu (7/4/2013).

Devie justru menengarai pembahasan pasal penghinaan tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran. Sebab, kata dia, pasal penghinaan presiden di KUHP sebelumnya sudah ada tercabtum dalam pasal 131, 134, dan 137 KUHP. Apalagi Mahkamah Konstitusi (MK) juga telah mencabut pasal tersebut.

"Ada apa ini di DPR, untuk membuat produk pasal saja, jangan-jangan terkait politik anggaran lagi, hanya menghambur - hamburkan anggaran, ada cost lagi berarti," tegasnya.

Dalam kontes sosial, lanjutnya, bagaimana negara ini ingin dewasa jika seorang pemimpinnya tak mau dikritik. Devie mengkritik DPR yang memikirkan hajat hidup presiden, bukan hajat hidup rakyat. "Kalau tak ada kritik justru akan menimbulkan kematian berbangsa, saya mempertanyakan kinerja pengacara negara bagaimana bisa sampai timbul wacana soal pasal penghinaan ini," ungkapnya. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »