Unila Buka 1.930 Kursi Calon Maba

|

Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

Unila Buka 1.930 Kursi Calon Maba
JAKARTA - Bagi calon mahasiswa baru (maba) yang ingin mendaftar dan masuk ke Universitas Lampung (Unila) jangan takut tidak tidak kebagian. Unila telah menyiapkan sebanyak 1.930 kursi bagi calon mahasiswa barunya di 2013 ini, melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Panitia lokal SBMPTN Unila Muhammad Komarudin, M.T  menjelaskan bahwa jumlah kursi terbagi atas 44 program studi. Dari jumlah tersebut, 955 mahasiswa akan diterima melalui program studi sains dan teknologi, sementara sisanya 975 melalui sosial humaniora.

"Yang membedakan dari tahun sebelumnya adalah pergantian penjurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menjadi Sains dan Teknologi sementara Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi Sosial Humaniora. Selain itu juga masih ada program studi lain," ujarnya, seperti dilansir dari laman Unila, Senin (8/4/2013).

Diakuinya, tahun ini biaya pendaftaran untuk bisa masuk Unila mengalami peningkatan yakni sebesar Rp25 ribu dari biaya pendaftaran tahun kemarin. Untuk program studi Sains dan Teknologi, serta program studi sosial humaniora tahun ini sebesar Rp175 ribu dan campuran sebesar Rp200 ribu.

Proses pendaftaran sendiri berlangsung dari 13 Mei-7 Juni mendatang. Selanjutnya pada 18-19 Juni akan dilaksanakan ujian tertulis, serta uji ketrampilan untuk beberapa program studi akan berlangsung pada 20-21 Juni, selanjutnya pengumuman hasil seleksi akan diselenggarakan pada 12 Juli 2013.

"Untuk ujian tertulis pada SBMPTN menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai," imbuhnya.

Menurutnya, soal ujian tertulis dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi. Yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek, dan/atau bidang sosial dan humaniora. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

"Keputusan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dinilai mampu memberikan pengalaman yang menunjukkan seleksi tulis dengan mengedepankan asas kepercayaan dan kebersamaan," pungkasnya. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Diganggu 'Penunggu' Istana