Wajar Wagub Aceh Dukung Bendera GAM

|

Bendera GAM berkibar di Aceh Barat (Dok: Ofan Torang/Sindo TV)

Wajar Wagub Aceh Dukung Bendera GAM

JAKARTA - Keputusan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muzakir Manaf tetap mendukung pengesahan Qanun bendera dan lambang Aceh dinilai hal yang wajar.

 

Alasannya, Muzakir adalah mantan Panglima Tentara Nanggroe Aceh (TNA) Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

 

Menurut Pengamat Politik Aceh, Al Chaidar, dukungan tersebut dinilai sebagai salah satu bukti bahwa meskipun telah menjabat sebagai Wagub, namun Muzakir masih memiliki rasa perjuangan yang sangat tinggi terhadap aspirasi masyarakat Aceh.

 

"Itu bersikap mewakili keinginan kebanyakan rakyat aceh. Dia itu kan boleh dikatakan gagal dalam membawa Aceh menjadi negara merdeka. Jadi yang bisa diberikan adalah kemerdekaan simbolik," kata Chaidar kepada Okezone di Jakarta, Minggu (7/4/2013).

 

Chaidar menambahkan, karena merasa tidak berhasil mewujudkan kemerdekaan bagi rakyat Aceh, maka yang bisa dilakukan oleh Muzakir hanyalah memperjuangkan kemerdekaan simbolik, yakni dengan menyetujui atau mendukung bendera tersebut.

 

"Itu sebenarnya lebih kepada simbol mempertahankan aspirasinya. Jadi itu tidak benar-benar. Hanya secara simbolik saja. Pada akhirnya rakyat Aceh melalui DPRA memperjuangkan Aceh untuk memiliki bendera," paparnya.

 

Untuk diketahui, Muzakir Manaf tetap mendukung keputusan hasil paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait pengesahan Qanun bendera dan lambang Aceh. Dia tetap pada pendirian bahwa bendera bulan bintang layak menjadi bendera Aceh.

 

Dia menilai, penolakan penggunaan bendera itu hanya datang dari sekelompok kecil di Aceh dan tidak akan memengaruhi hasil keputusan. Qanun itu tidak dapat diganggu gugat lagi. Tenggat waktu 15 hari yang diberikan pemerintah pusat pun tidak akan memengaruhi hasil pengesahan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 itu.

(cns)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tingkatkan Mutu Pendidikan lewat Guru