Bentrokan di Rudenim Medan

TPM Sesalkan Warga Rohingya & Nelayan Myanmar Disatukan

Selasa, 09 April 2013 11:57 wib | Rusli HR - Sindo TV

Pengungsi Rohingya di IOM Medan (Dok: Rudi Hermansyah/Sindo TV) Pengungsi Rohingya di IOM Medan (Dok: Rudi Hermansyah/Sindo TV) MEDAN - Tim Pembela Muslim (TPM) menyesalkan disatukannya tempat menginap pengungsi Rohingya dengan nelayan pelaku illegal fisihing asal Myanmar di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Sumatera Utara.

Anggota TPM Medan yang juga mendampingi 18 tersangka tersebut, Mahmud Irsyad Lubis, mengatakan, bentrok tersebut sebenarnya secara tidak langsung juga dipicu permasalahan yang sudah terjadi di negara asal mereka, yakni Myanmar.

“Akar permasalahan sudah marak sesama warga Myanmar ini di Rohingya, jadi mengapa warga Rohingya dan nelayan warga Myanmar ini tidak dipisahkan saja,” ujar Mahmud usai meninjau 18 tersangka di Mapolres Pelabuhan Belawan, Selasa (9/4/2013).

Selain itu, bentrokan yang menewaskan delapan nelayan pelaku illegal fishing pada Jumat pekan lalu itu juga dipicu kasus pelecehan seksual. Minimnya fasilitas di rudenim juga menjadi pemicunya. Pelecehan seksual setidaknya dialami tiga perempuan Rohingya.

Sebagaimana diberitakan, ormas Islam di Medan meminta bantuan TPM Medan untuk menjadi penasihat hukum 18 tersangka warga Rohingya tersebut. Mereka dijadikan tersangka terkait kematian delapan nelayan warga Myanmar dalam bentrokan di Rudenim Medan.

Kasus ini ditangani petugas Polres Pelabuhan Belawan Medan.
(Rusli HR/Sindo TV/ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »