Bahasa Daerah Masih Wajib Diajarkan

Ilustrasi: ist.

Bahasa Daerah Masih Wajib Diajarkan
SOLO – Meski kurikulum 2013 bakal diberlakukan, Ketua Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Suparjo menyatakan bahwa bahasa daerah tetap wajib diajarkan dan menjadi mata pelajaran di sekolah SD hingga SMA di Jawa Tengah. Keberadaan bahasa daerah tidak akan dihapus.

"Kewajiban pengajaran bahasa daerah di sekolah mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa. Bahkan Perda itu bakal diperkuat dengan turunnya Peraturan Gubernur pada Mei 2013 mendatang," ujar Suparjo kepada wartawan, di Kantor Humas UNS, Solo, Jawa Tengah, Kamis (11/4/2013).

Suparjo mengaku, sempat khawatir mata pelajaran bahasa daerah bakal dihilangkan seiring diberlakukannya kurikulum 2013. Namun setelah dikaji lebih lanjut, ternyata provinsi Jawa Tengah memiliki Perda tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa. Kekhawatiran itu pun perlahan hilang.

"Beruntung memang, Jawa Tengah memilki perda. Sehingga tidak ada masalah apabila kurikulum 2013 dijalankan," ujar Suparjo yang juga anggota Forum Program Studi Bahasa Daerah se-Indonesia.

Namun demikian, Suparjo masih memperjuangkan agar bahasa daerah tidak diintegrasikan ke dalam seni dan budaya, tetapi tetap berdiri sendiri dalam satu mata pelajaran tersendiri. Sebab, jika diintegrasikan seolah hanya sebagai pelengkap. Padahal bahasa daerah merupakan bahasa asli setempat yang mesti dilestarikan keberadaannya agar tidak punah. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Megawati Berperan dalam Tarik Menarik Kabinet Jokowi-JK