"Saat Melihat Mobil Terbang Menabrak, Saya Mendengar Bisikan"

|

Agung Nugroho menunjukan foto keluarga (Foto: Heri S/Sindo TV)

CILACAP- Agung Nugroho (12), yang dikenal sebagai ‘anak ajaib’, kini hidup sebatang kara setelah dua orangtua dan adiknya tewas dalam tragedi kecelakaan di tol Purbaleunyi, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu 7 April.

Kini dia tingal di rumah kakeknya di Desa Wringin Hargo, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang juga menjadi korban dalam peristiwa itu. 

Di tempat tersebut, Agung diasuh saudara ibunya yang tinggal satu rumah dengan mereka. Saat ditemui, bocah yang baru duduk kelas I SMP Negeri 1 Sudareja tersebut mencoba mengingat kejadian tragis yang menimpa keluarganya.

Agung menuturkan, kejadian bermula saat dia bersama keluarga mengendarai mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi R 1881 NK menuju Jakarta untuk melayat salah satu saudaranya.

Mobil dikemudikan ayahnya, Iwan Hariadi (31). Sedangkan ibu, Johana Triswati (30), dan adiknya, Julaeha (5), duduk di bangku depan di samping kemudi. Sementara dia duduk di bangku tengah paling kiri bersama kakek, Samiono (70), dan nenek, Suprihatini (60).

Sesampainya di KM 135+700 tol Purbalenyi, tiba-tiba sebuah mobil Nissan Juke AB 241 TA dari arah depan meluncur kencang dan menabrak mobil yang dikendarainya.

"Waktu itu gerimis, tiba-tiba dari arah depan ada mobil selip kemudian mobil itu terbang dan langsung menabrak mobil kami yang dikemudikan papa," tutur Agung dengan tegar.

Saat melihat mobil terbang dan menabrak mobilnya, Agung mengaku seperti ada yang membisikinya untuk memejamkan mata.

"Sesaat setelah mobil itu terbang, saya memejamkan mata. Setelah membuka mata, saya melihat papa, mama, adik serta nenek seperti orang tidur. Saya mencoba membangunkan mereka, tapi mereka hanya diam saja," kenangnya sambil meneteskan air mata.

Bocah berperawakan tinggi kurus itu mengaku kaget, karena kakeknya sudah tidak ada dalam mobil. "Saya coba cari kakek tapi ndak ada. Ternyata kakek saya sudah terpental jauh dari mobil" ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, banyak warga dan pengendara yang berhenti untuk menolongya. "Setelah itu saya ditolong oleh orang dekat situ dan datang ambulans terus membawa kami ke rumah sakit" kata Agung.

Sesampainya di rumah sakit, Agung mencoba mencari keluarganya dan diberitahu petugas bahwa keluarganya selamat dan hanya menderita luka ringan.

"Saya dikasih tahu petugas bahwa keluarga saya tidak apa-apa hanya pingsan saja" katanya.

Agung baru mengetahui keluarganya meninggal setelah lima peti jenazah dan banyak keluarga dari Cilacap yang tiba di RS Hasan Sadikin Bandung. Sekuat tenaga dia menahan tangis saat peti jenazah itu dimasukan ke dalam ambulans untuk dibawa ke kampung halaman. 

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Golkar Bisa Hancur Tanpa Rekonsiliasi