Jembatan Ponorogo-Pacitan Putus, Aktivitas Pasar Sepi

|

Ilustrasi

Jembatan Ponorogo-Pacitan Putus, Aktivitas Pasar Sepi

PONOROGO - Dampak putusnya jembatan penghubung antara Kabupaten Ponorogo dan Pacitan di Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini dirasakan para pedagang.

Aktivitas di Pasar Slahung nyaris lumpuh. Bagaimana tidak, beberapa hari terakhir pedagang kekurangan stok barang dagangan, seperti sayur, kelapa, dan hewan ternak. Bahan-bahan tersebut biasanya dipasok dari Pacitan.

Jembatan Plapar di Desa Caluk yang ambrol pada Sabtu, 6 April 2013 malam, belum diperbaiki. Separuh badan jembatan berdiri, sementara sisanya ambruk ke sungai.

Pasar Slahung selama ini ramai dikunjungi warga Pacitan. Namun, karena tidak ada angkutan yang melintas, pedagang merugi lantaran omzet mereka tergerus.

“Pembeli sih ada, tapi sedikit. Biasanya dari Pacitan banyak yang belanja kemari, tapi sekarang tidak ada,” ujar Narsih, seorang pedagang sayur di lokasi, Kamis (11/4/2013).

Hal serupa disampaikan Yuana yang juga seorang pedagang. Diakuinya, harga kelapa kini mahal, karena pedagang kekurangan stok.  “Biasanya pisang dan kelapa banyak. Sekarang tidak ada. Harga kelapa jadi mahal, karena kirimannya berkurang,” keluh Yuana.

Keduanya berharap agar pemerintah segera membangun kembali satu-satunya jembatan penghubung dua daerah itu. “Kalau sudah dibangun lagi, pasar akan kembali normal,” tukasnya.

Sementara di lokasi jembatan, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum mulai turun. Mereka membuat jembatan darurat untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Dijadwalkan, jembatan sementara itu dapat difungsikan dalam pekan ini.

“Sementara untuk membuat jembatan darurat untuk kendaraan besar sudah didesain dalam pekan ini. Jembatan bisa mulai dibangun dua pekan lagi,” ujar Bambang Effianto, Kepala UPT Bina Marga Jatim ditemui terpisah.

Atas putusnya jembatan tersebut, kendaraan besar dari Ponorogo harus melalui Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, untuk bisa sampai ke Pacitan, begitu pula sebaliknya. Jarak tempuhnya mencapai 120 kilometer.

Sementara pengendara sepeda motor dan pejalan kaki harus menyeberangi sungai atau memutar arah sejauh satu kilometer melintasi perbukitan.

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Susi Kontroversial, Puan Kurang Dilirik Banyak Orang