Keluarga Luthfi Hasan Ishaaq Mangkir dari Panggilan KPK

|

Luthfi Hasan Ishaaq

Keluarga Luthfi Hasan Ishaaq Mangkir dari Panggilan KPK
JAKARTA- Keluarga mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini, seharusnya, KPK memeriksa keluarga Luthfi.

Pelajar yang bernama Darin Mumtazah yang semestinya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan korupsi proyek kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) itu mangkir.

"Darin Mumtazah, pelajar belum hadir," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi dikantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2013).

Darin yang diduga masih kerabat Luthfi diperiksa guna dimintai keterangan terkait pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dikenakan terhadap Lutfhi.

Selain Darin, KPK juga memeriksa ibu rumah tangga yang diketahui sebagai istri Lutfhi yang bernama Sutiana Astika. "Ibu rumah tangga, Lusi Tiarani Agustine dan ibu rumah tangga hadir Sutiana Astika  hadir," ujar Johan.

Hari ini, KPK juga memeriksa sejumlah saksi lainnya yang terdiri dari kalangan swasta Winson Ngan, Sony Putra Samapta, Dina Kardiena Hakim, Adi Radja, Andi Pakurimba Sose, Evi Anggraini, lalu PPAT Elly Halida, Branch Manager Bank Muamalat, Giarti Andiningrum. Mereka diperiksa untuk tersangka Lufthi dan koleganya, Ahmad Fathanah.

Seperti diketahui, dalam kasus ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi seusai melakukan transaksi suap Rp 1 miliar dengan Ahmad Fathanah dan Lutfhi Hasan Ishaaq terkait pemenuhan kuota impor daging sapi. Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi lainnya, diantaranya Menteri Pertanian Suswono, Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman (dicekal), anak Ketua Majelis Syuro PKS, Ustadz Hilmi yang bernama Ridwan Hakim juga dicekal.

Sementara itu, untuk Lufhti dan Ahmad Fathanah, KPK mengenakan dua pasal, yakni tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Untuk Ahmad sendiri, KPK sudah menyita sejumlah  mobil mewah miliknya. Untuk Lutfhi, KPK  masih terus menelusurinya. (ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Janji Jokowi Mulai Ditagih