Pelayanan Buruk, Ibu & Bayi Meninggal Saat Melahirkan

|

Ilustrasi (Foto: okezone)

Pelayanan Buruk, Ibu & Bayi Meninggal Saat Melahirkan
BOGOR -  Diduga tidak mendapat pelayanan yang maksimal, Mimin (36) dan bayinya warga kampung Ciasahan, Desa   Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor meninggal saat melahirkan di RSUD Leuwiliaang, Bogor.

Keluarga korban, Jaya (40) menjelaskan, peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban mengeluhkan bayi yang di kandungnya berusia delapan bulan namun tidak pernah bergerak. Karena penasaran, Mimin mendatangi Puskesmas Cigudeg dan atas saran Puskesmas, Mimin dirujuk ke RSUD Leuwiliang.

Pada Rabu kemarin, Mimin mendatangi RSUD Leuwiliang dan hasil USG bayi yang ada di dalam kandungannya sudah meninggal.

"Saat itu kami meminta agar mengangkat bayi tersebuut dengan cara cesar, namun dokter mengatakan masih ada cara lain," kata Jaya. Atas jawaban tersebut, pihak keluarga hanya pasrah.

Oleh pihak rumah sakit korban selanjutnya diberi obat dan sehari kemudian jabang bayi yang sudah meninggal dalam kandungan itu keluar. "Saat kami  menguburkannya, kami mendapat kabar ibunya juga meninggal akibat pendarahan," terangnya.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyesalkan atas pelayanan yang diberikan RSUD Luwiliang.
 
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wasto Suamarno menyesalkan peristiwa meninggalnya ibu dan bayi saat melahirkan di RSUD Leuwiliang.

Seharusnya, kata Wasto, pertistiwa tersebut tidak terjadi karena perlindungan terhadap ibu hamil dan melahirkan dijamin pemerintah melalui program Jampersal.

" Ya kami sesalakan, seharusnya RS bisa menyelamaatkan ibunya jika bayinya sudah meninggal," kata Wasto pada Jumat (11/4/2013)

Politikus PKS ini meminta Pemkab untuk menindaklanjuti dan mencari fakta kebenaran kasus tersebut agar tidak menimbulkan kurangnya kepercayaan terhadap rumah sakit.

"Setelah itu rumah sakit segera menjelaskan peristiwa  tersebut ke keluarga korban," kata Wasto lagi.

Wasto menambahkan setiap rumah sakit memiliki SOP dalam tindakannya, namun jika ada diluar sop harus ada pertanggungjawaban dari rumah sakit. " Kami minta secepatnya jelaskan kepada keluarga korban," katanya.

Sedangkan Dessy Relawan Peduli Bogor Barat mengatakan, peristiwa yang menyebabkan tewasnya ibu dan anak saat melahirkan tidak akan terjadi bila pihak rumah sakit memberikan pelayanan yang terbaik untuk korban. "Jangan mentang simiskin pelayanannya dinomor duakkan," kata Dessy.

Menurutnya, penyebab meninggalnya Mimin karena kekurang hati-hatian dan ketelitian pihak rumah sakit.
"Seharusnya rumah sakit melakukan cesar bukan proses alami karena bayi yang dikandungnya sudah dalam keadaan meninggal," pungkasnya.

Kepala RSUD Leuwiliang Dr Meike saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar dan teleponnya pun tidak diangkat.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Camelia mengaku belum mendapatkan laporan, namun ia menyarankan agar RSUD Leuwiliang yang memberikan keterangan. " Silakan ke RSUD Leuwliang," singkatnya.
(crl)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Janji Jokowi Mulai Ditagih