JAKARTA - Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono nampaknya akan kembali digoyang demo menyusul rencananya untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Gelagat tersebut bisa dilihat dari dimulainya pembahasan dan konsolidasi dari setiap aktivis berbagai lintas generasi, aktivis buruh, mahasiswa hingga partai tentang kenaikan harga BBM.
Hal itu dibenarkan oleh salah satu aktvis Lintas Generasi (Tali Geni) Jeppri F Silalahi. Bahkan menurutnya, aksi penolakan kenaikan harga BBM kali ini akan jauh lebih dahsyat dari aksi penolakan kenaikan harga BBM tahun 2008 dan 2012.
"Penolakan lebih keras ini karena rakyat telah dihadapkan pada kesenjangan sosial yang sudah sangat timpang. Namun disisi lain rakyat juga disuguhi kehidupan mewah para pejabat mulai dari tingkat atas sampai bawah maupun pegawai negeri golongan III yang berbanding lurus dengan maraknya korupsi yang terjadi di berbagai lembaga pemerintah dari tingkat pusat maupun daerah ," ujarnya dalam keterangannya kepada Okezone, Minggu (14/4/2013).
Tidak hanya itu saja, Jeppri yang juga mantan aktivis Forum Kota (Forkot) ini juga melihat bagaimana rakyat saat ini sudah sangat dihadapkan pada kesulitan ekonomi serta arogansi kekuasaan di berbagai daerah yang kerap menggusur paksa lahan warga sehingga kerap berujung pada insiden berdarah. Ironisnya pada tingkat ini, ternyata Presiden lebih sibuk untuk mengurusi partainya dibandingkan pemerintahan.
"Momentum kenaikan harga BBM ini bisa mengakibatkan akumulasi kekecewaan rakyat yang berujung pada penggulingan pemerintah. Sebab secara de facto sebenarnya rakyat sudah tidak menganggap adanya pemerintah. Ini terbukti lewat aksi-aksi yang dilakukan oleh masyarakat sipil bahkan sampai ketidakpatuhan militer dalam peristiwa LP Cebongan," ungkap Jeppri yang pernah dipenjara dalam kasus demo kenaikan harga BBM tahun 2008 lalu.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.