Pembacok Mahasiswa STTA Asal Timor Leste Masih Berkeliaran

|

Mahasiswa asal Timor Leste korban pembacokan (Foto: Dok Polresta Yogyakarta)

Pembacok Mahasiswa STTA Asal Timor Leste Masih Berkeliaran

YOGYAKARTA - Lebih dari 1x24 jam pasca-kejadian, komplotan pelaku pembacokan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Adisucipto (STTA) asal Timur Leste, Mario (22) belum terungkap.

Pelaku yang diduga berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) itu masih berkeliaran, karena polisi belum berhasil menangkap.

"Kami belum menemukan kelompok pelakunya, masih diselidiki anggota reskrim," kata Humas Polsekta Tegalrejo, Aiptu Agus Suwarta kepada Okezone, Senin (15/4/2013).

Agus menepis anggapan polisi lamban menangani kasus pembacokan itu. Pihaknya masih melakukan penelusuran keberadaan pelaku yang diduga merupakan kelompok mahasiswa berjumlah sembilan orang.  "Nanti kalau sudah terungkap, kami informasikan kembali," paparnya.

Polisi masih menyesuaikan keterangan antara saksi, korban dan alat bukti di lapangan hingga mengkroscek kesaksian pelaku.

"Nah, pelakunya ini belum dimintai keterangan. Kami masih melakukan pencarian," tambahnya.

Agus menyampaikan, kasus itu masih ditangani penyidik. Polisi menyita sepeda motor Yamaha Mio warna merah milik korban serta batu besar yang digunakan pelaku untuk melempar sepeda motor itu.

"Itu barang buktinya masih kami amankan, mohon sabar dalam kasus ini, penyidik masih bekerja keras," jelasnya.

Meski mendapat 32 jahitan akibat mengalami luka bacok sepanjang 15 sentimeter, namun kondisi korban sudah membaik. Korban sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan oleh tim medis RS Ludirohusodo, Yogyakarta.

"Kemarin setelah mendapatkan perawatan medis, dokter memperbolehkan pulang. Korban menjalani rawat jalan di rumah," jelasnya.

Agus juga belum berani menyimpulkan motif pembacokan sebelum pelaku tertangkap.

"Nanti kalau sudah terungkap semua, baru tau apa motifnya. Kami tidak bisa menyampaikan hanya dari dugaan-dugaan," elaknya.

Diberitakan sebelumnya, kasus kekerasan disertai pembacokan itu terjadi di simpang tiga Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di depan pos BPK Tegalrejo, Yogyakarta pada , Minggu (14/4/2013) sekira pukul 01.00 WIB dini hari.

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kelompok Penentang Ical Berdatangan di Bali