Image

Evakuasi Lion Air Jadi Pengalaman Pertama TNI AL

DENPASAR - Proses evakuasi dan pemotongan bangkai pesawat Lion Air yang jatuh di laut sekitar Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, tidak semudah yang dibayangkan. Terbukti prajurit TNI AL yang diterjunkan ke lokasi mengakui menemui banyak kesulitan.

 

Sesuai rencana aksi evakuasi, pagi tadi dimulai pemotongan bagian bangkai pesawat yang mengerahkan tim dari TNI AL dan unsur lainnya. Namun, posisi petugas yang harus tegak vertikal, mengalami kesulitan karena ombak besar dan gelombang tinggi padahal sehingga sulit mencapai posisi keseimbangan.

 

Petugas terpaksa mengambil tumpuan dalam badan pesawat dengan cara merobek badan pesawat, perlahan sedikit demi sedikit.

 

Ketua Tim Evakuasi dan Pemotongan Badang Pesawat dari Armatim TNI AL Surabaya Kapten Asihamzah mengungkapkan, proses evakuasi seperti itu memang tidak pernah dilakukan pasukan TNI AL.

 

Untuk evakuasi seperti ini memang diperlukan teknik khusus tingkat tinggi dan tentunya skill yang terlatih. "Ini kasus pertama yang ditangani tim evakuasi Dinas Selam Bawah Laut dan belum pernah ada kasus sebelumnya,"  beber Asihamzah di Bandara Ngurah Rai, Bali, Rabu (17/4/2013).

 

Setelah susah payah akhirnya tim berhasil memotong bagian penting di kepala pesawat atau bagian cockpit. Potongan bagian itu langsung dievakuasi dan diamankan di gudang Lion Air dengan penjagaan ketat TNI AU untuk penyelidikan lebih lanjut.

 

Selain itu, petugas mendapatkan potongan pesawat lainnya sepanjang 3 meter ditarik dengan alat berat crane ke daratan di sisi selatan ujung landasan.

 

Diperoleh informasi dari petugas di lapangan, jika sebelumnya rencananya pesawat nahas jurusan Bandung Denpasar akan dipotong menjadi lima bagian, ada kemungkinan bisa bertambah menjadi tujuh bagian untuk lebih memudahkan evakuasi. Tujuh potongan itu terdiri dari bagian cockpit, tiga bagian untuk badan pesawat, satu bagian untuk ekor dan dua sayap.

(ful)
Live Streaming
Logo
breaking news x