Dukun Akui Cabuli Siswi SMP karena Kemolekan Tubuh Pasien

|

Ilustrasi

Dukun Akui Cabuli Siswi SMP karena Kemolekan Tubuh Pasien

CIAMIS - Seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai dukun di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diamankan polisi karena diduga mencabuli siswi SMP.

Dukun cabul itu diketahui bernama Ed  (48), warga Dusun Cipanas, Desa Sukahaji, Kabupaten Garut. Dia ditangkap saat melakukan praktik di Dusun/Desa Cisadap. 

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Ciamis, Aiptu Aan Rohyadi, menjelaskan, penagkapan pelaku diawali dari laporan keluarga korban.

“Keluarga melaporkan, dugaan anaknya telah dicabuli seorang dukun yang praktik di Dusun/Desa Cisadap, Kabupaten Ciamis,” terang Aan di Mapolres Ciamis, Selasa 16 April.

Aan menyebutkan, korban yaitu EL (14), warga Desa Sadananya masih duduk di bangku Kelas I SMP di Ciamis. Dari pengakuan pelaku, dia khilaf melakukan perbuatan cabul karena tertarik dengan paras cantik dan kemolekan tubuh pasien.

“Sebelum melakukan perbuatan cabul, pelaku sempat menakut-nakuti korban. Pelaku juga meminta korban bersedia dimasuki khodam agar terlihat lebih cantik dan kaya. Ternyata yang dimaksud khodam oleh pelaku yaitu berhubungan badan,” terang Aan.

Saat ini, lanjut Aan, pelaku masih menjalani pemeriksaan. Untuk mempertangungjawabkan perbuatanya, pelaku diancam Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Aan.

Endin mengaku, pebuatannya tersebut merupakan perminataan korban dan orangtuanya. Orangtua korban meminta barang dagangannya cepat laku dan anaknya terlihat lebih cantik.

“Itu bagian dari ritual agar anaknya lebih cantik dan orangtuanya cepat kaya. Saya memasukan anak itu ke dalam kamar, membelai dan membuka celananya, karena tergoda,” pungkas Endin

Sementara itu, orangtua korban, Karjo, menjelaskan, perbuatan cabul pelaku bermula dari perkenalan dirinya dengan si dukun. Menurut Karjo, saat itu dia bertemu dengan seorang teman yang menawarkan mendatangi dukun agar dapat memperbaiki keturunan dan membuat jualan laris.

“Karena kondisi ekonomi keluarga sedang kolaps, saya percaya dan menuruti kemauan dukun termasuk mengobati anak saya. Ternyata malah jadi korban,” terang Karjo.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Masa Depan Pendidikan Kembali ke Visi Jokowi