Korupsi Alquran dan Kuburan, Bukti Zaman Edan

Kamis, 18 April 2013 16:44 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Ilustrasi (Foto: dok Okezone) Ilustrasi (Foto: dok Okezone) JAKARTA- Kasus korupsi perizinan lahan pemakaman di Kabupaten Bogor merupakan fenomena yang memprihatinkan. Bahkan, hal itu sudah dianggap sangat keterlaluan.

"Ini fenomena sableng, karena zaman sekarang sudah zaman edan. Apapun diuangkan," ungkap Anggota Komisi VIII DPR RI, Nasir Djamil kepada Okezone, Kamis (18/4/2013).

Menurutnya, pelaku korupsi itu harus segera ditindak berdasarkan hukum yang berlaku dan perlu mendapatkan hukuman sosial dari masyarakat.

Sementara itu, rekan Nasir di PKS, Indra mengatakan, korupsi kini sudah tak hanya menyangkut urusan duniawi, tapi juga urusan akhirat, buktinya alquran dan lahan kuburan pun dikorupsi. "Korupsi sekarang buka cuma proyek dunia seperti Hambalang, Wisma Atlet, dan Century. Tapi juga proyek akhirat seperti tanah kuburan," tegas Indra.

Indra menyatakan korupsi izin lahan kuburan yang dilakukan kader Demokrat tersebut sangat disayangkan. "Biasanya orang mewakafkan tanah untuk dijadikan kuburan. Bukan dikorupsi," sindirnya.

Sebelumnya KPK menetapkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher sebagai tersangka bersama empat orang lain, yakni Usep Jumino (PNS Pemkab Bogor), Listo Welly Sabu (pegawai honorer Pemkab Bogor), Nana Supriatna (swasta) dan Sentot Susilo (Dirut PT Gerindo Perkasa).

Mereka dijadikan tersangka atas dugaan korupsi izin lahan kuburan Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.

(ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »