Kegagalan UN Cermin Buruknya Kualitas Pendidikan RI

|

Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

Kegagalan UN Cermin Buruknya Kualitas Pendidikan RI
JAKARTA - Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) di Indonesia untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) se-derajat berlangsung dengan banyak kekurangan. Hal itu menunjukan ketidaksiapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menggelar UN.

"Kami menyesalkan, bahwa hal sepele dan sederhana, yang seperti di Kalimantan Timur dan Sumatera tertunda. Ini menunjukan bahwa manajemen Kemendikbud itu bukan hanya jelek, tapi buruk sekali," ungkap Wakil Ketua DPR Pramono Anung, kepada wartawan, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Pramono sangat menyayangkan pernyataan Mendikbud M Nuh mengenai kesiapannya bertanggungjawab. Namun, dia lebih meminta Nuh untuk lebih konkrit bertindak.

"Tidak cukup ucapan harus ada tindakan konkrit apalagi minggu depan masuk UN tingkat SMP. Kalau ini juga terjadi, memperlihatkan wajah buruk pendidikan kita," tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, tanggung jawab itu, bukan hanya sekadar ucapan, tapi bisa dalam bentuk pemberian hukuman, baik kepada bawahan, maupun diri sendiri.

Saat dikonfirmasi pernyataan M Nuh terkait dirinya tidak akan mundur dari jabatan Mendikbud, karena tidak korupsi, Pramono menjawab, di bawah kepemimpinannya Kemendikbud menjadi kacau.

"Ya memang tidak korupsi, tapi ini kan bentuk dari sebuah manajemen yang buruk," tandasnya. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Cuaca Jakarta Bersahabat untuk Pergelaran Maraton