Korsel Siap Beli 36 Helikopter Apache untuk Hadapi Tank Korut

|

Foto : Helikopter Apache AH-64 (Military-Today)

Korsel Siap Beli 36 Helikopter Apache untuk Hadapi Tank Korut

SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) berniat membeli helikopter Apache Guardian AH-64E untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara (Korut). Selain nuklir, beberapa persenjataan Korut yang diwaspadai Korsel adalah peluncur roket, tank, dan kapal tempur.

Menteri Pertahanan Korsel Kim Kwan-Jin telah menyetujui pembelian helikopter Apache tersebut. Seoul pun berniat membeli 36 unit hlikopter itu dengan harga 1,8 triliun Won atau sekira Rp15 triliun (Rp8,67 per Won). Akuisisi helikopter itu akan berlangsung pada 2016 hingga 2018. Demikian, seperti diberitakan Chosun Ilbo, Kamis (18/4/2013).

Helikopter Apache merupakan helikopter tempur ternama yang sudah diuji kehebatannya dalam Perang Teluk, dan beberapa peperangan lain. Helikopter itu mampu menghancurkan tank-tank lapis baja dan memiliki teknologi untuk mengidentifikasi musuh atau rekan di medan pertempuran.

Apache juga sanggup melontarkan misil anti-tank, anti-serangan udara, senapan mesin dengan kaliber 30 mm, serta perangkat intelijen yang dilengkapi inframerah. Pada umumnya, helikopter itu juga dilengkapi senjata berupa misil Hellfire II yang ditembakan dari udara ke daratan. Misil itu bisa menghancurkan target sejauh 8 kilometer, dan bisa menghancurkan jet tempur musuh.

Dengan kepemilikan Apache, Korsel tidak perlu khawatir menghadapi tank Korut yang berjumlah 4.200. Seperti diketahui, Korsel hanya memiliki 2.400 tank.

Helikopter Apache juga bisa menghancurkan kapal berbantalan udara Korut yang berpotensi mengancam kepulauan di wilayah utara Korsel pada malam hari atau saat kondisi cuara memburuk. Helikopter Apache pun dipandang lebih efektif ketimbang helikopter Cobra yang saat ini dimanfaatkan Korsel.

Militer Korsel bisa menggantikan helikopter-helikopternya yang sudah tua bila helikopter Apache itu sudah berada di tangan mereka. Beberapa helikopter Korsel merupakan helikopter rakitan tahun 1970 dan 1980.

(AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rektor Jamin Mahasiswa Unnes Bebas Rekrutmen Teroris