Terbukti, Pakta Integritas Demokrat Cuma Formalitas

Jum'at, 19 April 2013 13:04 wib | -

JAKARTA - Pembuatan pakta integritas oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat awalnya bertujuan untuk menyelamatkan partai dari kehancuran, karena banyak kader yang korupsi. Dari 10 pakta integritas yang disepakati, ada tiga item yang mengatur soal larangan korupsi bagi kader partai.
 
Tapi, kesaktian pakta integritas itu seolah luntur dengan terlibatkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, sekaligus Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Bogor Iyus Djuher, dalam kasus suap berkaitan dengan pemberian izin lokasi untuk pembangunan tempat pemakaman bukan umum (TPBU) di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.
 
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, mengatakan pakta integritas yang ditandatangani kader-kader Demokrat itu hanya formalitas dan seremonial yang lebih menjadi bagian impression management saja dari pencitraan politik SBY saat kisruh Anas Urbangirum.
 
"Jadi tidak terlalu mangakar kuat menjadi bagian kokoh nilai politik dari kader Demokrat. Kalau sungguh-sungguh tentu rentang kontrol di internal akan efektif dan punya sistem preventif untuk mengendalikan kader nakal," jelas Gun Gun saat berbincang dengan Okezone, Jumat (19/4/2013).
 
Selain pakta integritas, berbagai acara lain yang digelar SBY, seperti Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), untuk menyelamatkan Partai Demokrat pun hancur dengan menyeruaknya suap tanah makam tersebut.
 
"Ini untuk kesekian kalinya menjadi bukti bahwa sulit membangun kesadaran praktis dari berbagai kesadaran berwacana SBY di panggung-panggung seremonial Demokrat semacam Silatnas atau pun Rapimnas," simpulnya.
(//ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »