Polisi Tembak Mati Kapten Perampok di Jakarta

|

Polisi Tembak Mati Kapten Perampok di Jakarta
JAKARTA - Kiprah Adrianus dan Nazar sebagai perampok berakhir setelah ditembak mati oleh aparat Polda Metro Jaya. Keduanya dikenal sebagai kapten perampok yang beraksi di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Polisi terpaksa menghabisi nyawa Adrianus dan Nazar karena melarikan diri dan berusaha merebut senjata petugas saat ditangkap di wilayah Pondok Gede, Bekasi, dini hari tadi.

"Komplotan ini berjumlah 10 orang. Kaptennya (Adrianus dan Nazar) ditembak mati petugas. Sapri alias Codet yang berperan sebagai eksekusi ditembak kakinya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/4/2013).

Setelah ditembak, petugas sempat melarikan keduanya ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, nyawanya tak tertolong, keduanya meninggal dalam perjalanan.

Selain ketiga orang tersebut, polisi juga menangkap komplotannya yakni Rudi Hidayat, Abdulah Rahman, Andika, Edi Jon, Andika, Arifin dan Zaenuri. "Ada dua orang pelaku lagi yang belum tertangkap yakni Buy dan Dar," lanjutnya.

Menurut Rikwanto, komplotan tersebut tercatat melakukan tiga kali pencurian. Pada November 2012 mencuri di SMA di wilayah Jakarta Selatan. Pada 15 April 2013 mencuri dengan kekerasan di gudang beras di Cianjur dengan kerugian Rp 4,5 juta, dan mencuri brankas berisi uang Rp38 juta di Jalan Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Bekasi.

"Dalam aksi mereka memang kerap melukai para korban apabila melawannya. Saat beraksi modus mereka menggunting gembok pagar, mengikat korban, menodong korban menggunakan senpi dan menguras harta korban," tambahnya.

Selain mengamankan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yakni dua unit mobil, satu senjata api jenis Bareta, dua senjata api jenis FN, satu senjata api jenis CIS, linggis, gunting besar, obeng, brankas, dan CCTV.

Atas perbuatannya para tersangka akan dikenakan pasal 365 KUHP, tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman penjara di atas lima tahun. (trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Cuaca Jakarta Bersahabat untuk Pergelaran Maraton