Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Anggota Selundupkan Solar

Senin, 22 April 2013 20:04 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Anggota Selundupkan Solar JAKARTA - Mabes Polri sudah mengirim tim untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum anggota polisi dalam penyelundupan 45 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Gayam Sari, Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Divisis Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan, pihaknya memang belum melakukan audit lanjutan terkait kasus itu. Namun, yang jelas siapapun yang menerima solar-solar itu akan dikenakan sanksi.

"Siapapun dari hulu yang terlibat baik dari anggota dan sebagainya akan diperiksa, karena kalau tidak begini akan terjadi lagi," kata Suhardi saat ditemui di Gedung PTIK, Jakarta, Senin (22/4/2013).

Saat disinggung adanya indikasi peran anggota melindungi aksi penyelundupan solar tersebut, Suhardi menyatakan pihaknya masih mengembangkan dugaan itu. Pasalnya, info dugaan adanya keterlibatan oknum polisi didapat dari wartawan di Semarang.

"Propam sudah diturunkan kalau ada indikasi keterlibatan. Jadi, semua informasi kita respons. Propam ke sana untuk mencari kebenaran info itu," terangnya.

Suhardi juga mengatakan, pihaknya terus mendalami perusahaan penyelundup solar, yang memegang sertifikat dari Pertamina.

"Tentunya akan kita periksa. Tapi begini ya, apakah selama dua tahun itu memiliki sertifikat itu dan melakuan tindak pidana itu terus atau baru, sedang kita dalami," sambungnya.

Sebelumnya, tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengungkap penjualan BBM bersubsidi ilegal di wilayah Gayam Sari, Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa 16 April 2013, sekira pukul 22.30 Wib.

BBM bersubsidi ini di disitribusikan ke beberapa industri di Jawa Tengah yang sebenarnya tak layak mendapat BBM bersubsidi. Dari lokasi penimbunan polisi menangkap sang pemilik berinisial Ibu SWR bersama empat orang pekerjanya. 

Hasil sitaan sebanyak 45 ton BBM solar, ditemukan di empat truk tangki terdiri dari satu truk berkapasitas 24 ton, dua truk 16 ton, dan satu truk kapasitas lima ton disita polisi sebagai barang bukti.

Selain itu, Polisi juga menyita satu truk pengangkut berisi 21 drum, satu alkon atau mesin pompa, dan dua buah kempu atau toren berkapasitas satu ton. (trk)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »