Penyelenggaran UN Cacat Hukum

Ilustrasi. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

Penyelenggaran UN Cacat Hukum
SURABAYA - Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menilai penyelenggaran Ujian Nasional (UN) telah cacat hukum. Sehingga UN harus dihapuskan. Artinya, sekolah harus menghilangkan ujian nasional itu.

Menurut Adam Syarief Tamrin, kordinator aksi demo tolak UN, sejak 2009 pelaksanaan UN telah cacat hukum. Ia menjelaskan, dalam amar putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah membuat keputusan tentang penyelenggaraan UN dan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi nomor 377/PDT/2007/PT.DKI yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri nomor 228/Pdt.G/2006/PN.JKT.PST dengan memenangkan sejumlah pihak penggugat UN kepada pemerintah sebagai tergugat.

Dalam amar putusan tersebut, katanya, hakim menganggap pemerintah telah lalai dalam pemenuhan kebutuhan HAM di bidang pendidikan.

"Yakni pemerintah tidak memberikan fasilitas yang memadai baik dari segi peningkatan kualitas guru maupun fasilitas pendidikan terutama di daerah terpencil," kata Adam, saat demo di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (23/4/2013).

Artinya, dalam putusan itu pemerintah bisa kembali menggelar UN, jika telah dapat menjamin kualitas guru dan sarana pendidikan di daerah tertinggal sama dengan kondisi di perkotaan. "Sistim pendidikan yang diamanahkan oleh UUD 45 dan UU Nomer 20 Tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional dan menyikapai UN 2013, Kami pelajar Muhammadiyah menilai bahwa UN telah gagal," tegasnya.

IPM mendesak kepada pemerintah untuk segara mengindahkan putusan MA dengan menghapus UN. Termasuk aksi kali ini adalah mengingatkan, bahwa pelaksanaan UN merupakan inskonstitusional. "Pemerintah harus menghapus UN jika ingin memperbaiki sistim pendidikan nasional," ujarnya.

Dalam demo kali ini, tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas di depan gedung Grahadi. Pasalnya, para pelajar memilih berada di atas trotoar sambil berorasi. Dalam aksi tersebut, ditutup dengan teatrikal yang menggambarkan kesengsaraan pelajar sebagai kelinci percobaan demi kepentingan segelintir orang. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Demokrat Sindir Slogan "Kerja..Kerja..Kerja" Jokowi