Bom Boston Uji hubungan AS-Rusia

Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev (Foto: Sky News)

Bom Boston Uji hubungan AS-Rusia
BOSTON – Serangan bom Boston dianggap dapat menjadi batu pijakan untuk memperbaiki hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Rusia. Saat ini hubungan kedua negara memang memburuk.

Rusia sempat berang dengan AS karena mencampuri kasus kematian pengacara Rusia Sergei Magnitsky. Negeri Beruang Merah itu juga memprotes pembangunan Perisai Misil Eropa yang dilakukan AS.

Sedangkan AS mengecam sikap Rusia yang membantu rezim Bashar al Assad di Suriah. Dukungan Rusia terhadap Assad dianggap emnghambat berakhirnya konflik di Negara Arab itu.

“Peristiwa bom Boston membuat kedua negara mengevaluasi kembali hubungan mereka. Rusia merasa pelaku bom Boston mungkin saja melakukan serangan terornya jika ada kesempatan,” terang ahli intelijen Rusia, Andrew Kuchins, seperti dikutip Associated Press.

Presiden Vladimir Putin dikabarkan menjadi pemimpin dunia pertama yang menghubungi Presiden Barack Obama saat bom Boston terjadi. Putin menawarkan bantuan kepada Obama untuk menyelidiki serangan bom tersebut.

Rusia dilaporkan telah mengawasi salah satu pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev sejak lama. Mereka bahkan disebut sempat memperingatkan ancaman dari Tamerlan kepada FBI, 2011 lalu.

 

 

 
(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Video Mesum Resahkan Warga Prabumulih