Cerita Utuh Suap Impor Daging Terungkap di Persidangan

|

Ilustrasi (Dok Okezone)

Cerita Utuh Suap Impor Daging Terungkap di Persidangan
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana kasus pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian menguak peran terdakwa Direktur PT Indoguna Utama  Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Sekaligus peran tersangka mantan Presiden PKS, Lutfhi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, dan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elisabeth Liman.
 
Dalam dakwaan, disebutkan, JPU Surya Nelli, telah terjadi pertemuan di Medan antara Mantan Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman, dan Menteri Pertanian, Suswono. Mereka bertemu di kamar Hotel Arya Duta, tempat Luthfi menginap.
 
"Pertemuan di lakukan di kamar Luthfi Hasan Ishaaq di nomor 9006 Hotel Aryaduta Medan. Pertemuan itu dilakukan lima orang, yakni Maria Elisabeth Liman, Ahmad Fathanah, Lutfi Hasan, dan  Suswono didampingi oleh orang dekatnya Suwarso," kata JPU, Surya Nelli saat membacakan dakwaan dalam persidangan di pengadilan Tipikor dengan terdakwa Juard dan Arya.
 
Dalam pertemuan itu, Maria mempresentasikan mengenai pentingnya melakukan penambahan kuota impor daging sapi, sebagai buntut dari dampak swasembada pangan dan adanya praktek jual beli  yang menyebabkan tingginya harga daging. Namun, penjelasan Maria ditolak mentah-mentah oleh Suswono karena tidak valid dan perlu ada kajian lebih dalam.
 
Seusai pertemuan, Maria kembali menemui Luthfi di bandara dan meminta agar dibantu dengan menjanjikan untuk memberikan imbalan Rp5 ribu/kilogram dari kuota daging sapi.
 
Lutfhi pun, kembali menjanjikan untuk membantu bila Maria mau membantu biaya kampanye PKS di Sumatera. Atas permintaan itu, Maria menyanggupinya. Namun saat di Jakarta, Maria mengajukan penambahan sebanyak 8 ribu ton daging sapi dan bertemu dengan Suharyono Kepala Perlindungan Varietas Pertanian. Namun, permintaan itu ditolak karena dia tidak berani menerima sebelum ada persetujuan dari Mentan Suswono.
 
Lalu, surat tersebut diserahkan oleh Ketua Asosiasi Perbenihan Nasional, Elda Devianne (selaku pihak yang mengenalkan Maria kepada Ahmad dan Lufhti) kepada Ahmad.
 
Lalu, Ahmad menghubungi Lufthi, hingga akhirnya Lutfhi mengatakan kepada pihak Kementan agar peka terhadap isu daging sapi. Setelah itu, Ahmad meminta uang Rp 1 miliar ke Arya Abdi Effendi untuk keperluan Lufthi. "Dengan mengatakan jika ada penambahan kuota PT Indoguna akan diutamakan Setelah itu, Arya siapkan uang Rp 1 miliar," tutur JPU.
 
Akibat perbuatannya, Juard dan Arya didakwa melanggar  Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,  dan perbuatan para  terdakwa Juard, Arya, dan Maria diancam pidana dalam pasal 5 ayat 1 huruf b UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Atau ketiga, diancam pidana dalam pasal 13 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Peserta Jakarta Marathon Mulai Berlari dari Monas