Telusuri Jejak Harta Luthfi, KPK Periksa PPAT

|

Gedung KPK (Foto: Heru Haryono/Okezone)

Telusuri Jejak Harta Luthfi, KPK Periksa PPAT

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq terkait kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan).

Hari ini, lembaga pimpinan Abraham Samad itu memeriksa beberapa saksi, diantaranya Nur Qomsa Sukarno selaku pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT).

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk dua tersangka AF (Ahmad Fathanah) dan LHI (Lutfhi Hasan Ishaaq)," kata Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha kepaa wartawan, Rabu (24/4/2013).

Selain memeriksa PPAT, KPK juga memanggil saksi lainnya dari kalangan swasta terdiri dari Yudi Yuntoro, Andi Revi R Sose, dan Yuli Puspita Sari Sose.

KPK saat ini memang terus mengusut harta benda milik LHI itu, salah satunya kepemilikan tanah di daerah Condet, Jakarta Timur yang dibeli Luthfi dari purnawirawan TNI, Tanu Margono. Namun, belakangan diketahui, bila sebidang tanah tersebut telah dibangun rumah dan terus diselidiki oleh KPK.

Dalam kasus ini, KPK menerapkan pasal tindak pidana korupsi dan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Luthfi bersama koleganya Ahmad Fathanah ditangkap KPK setelah diduga akan menerima suap Rp1 miliar dari PT Indoguna Utama sebuah perusahaan yang bergerak di importir daging. Tujuan PT Indoguna menyuap Luthfi agar memberikan jalan bagi PT Indoguna untuk mendapatkan proyek penambahan kuota impor daging sapi di Kementan.

Alhasil, KPK menetapkan beberapa tersangka, yakni Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, Direktur PT Indoguna, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, dan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elisabeth Liman.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Penangkapan Penghina Jokowi Terkesan Otoriter