Perlakuan Polri Terhadap Susno & Anand Berbeda

|

Susno Duadji

Perlakuan Polri Terhadap Susno & Anand Berbeda
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari menilai, keputusan Mahkamah Agung (MA) yang tidak tertib administrasi membuat Kejaksaan serba salah untuk mengeksekusi terpidana korupsi, Susno Duadji.

Menurutnya, hal yang sama juga terjadi pada saat proses eksekusi terpidana kasus pelecehan seksual, Anand Krishna.

"Putusan yang sama, yaitu tidak memenuhi KUHP Pasal 97 yang harusnya batal menurut hukum, telah dipaksakan untuk dieksekusi terhadap Anand Krishna," kata dia kepada Okezone, Kamis (25/4/2013).

Namun, yang membedakan adalah, Polri bersedia ikut dalam proses jemput paksa Anand, sementara, jemput paksa terhadap Susno, Polri tidak bersedia, bahkan cenderung melindungi.

"Aneh jika perilaku Polda Jawa Barat saat ini berbeda untuk kasus Susno Duadji dengan menuruti permintaan pengacara yang menggunakan argumen normatif," ungkapnya.

Eva mengaku menyesali adanya double standard Polri yang menempatkan Kejaksaan Agung pada posisi serba sulit. Sepatutnya, Polri tetap bertindak independen, profesional dan menjaga marwah sesama lembaga negara.

"Jika memag tidak setuju tidak perlu memberikan perlindungan hukum. Isu Korsa aparat keamanan justru memberikan pendidikan politik yang memuakkan karena mendelegitimasi hukum," tegasnya.

Perilaku penegak hukum, kata dia, sungguh telah menyebabkan ketidakpastian hukum. Dia berharap ada koordinasi dan kesepahaman antarlembaga sehingga negara tidak kehilangan wibawa.

"Karena Ormas menghalangi eksekusi, Polri dan Kejaksaan tidak berdaya," pungkasnya. (trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rakyat Akan Tagih Janji Trisakti Jokowi