Partai Salafi Mesir Tak Masuk dalam Pemerintahan

|

Foto : Presiden Mesir Mohamed Morsi (AP)

Partai Salafi Mesir Tak Masuk dalam Pemerintahan
KAIRO - Presiden Mesir Mohamed Morsi berniat merombak kabinet pada pekan depan. Morsi pun memutuskan untuk tidak mengajak Partai An-Nur, selaku partai Salafi terbesar dalam pemerintahan koalisinya.

Perombakan kabinet itu dipandang sebagai tindakan untuk meredakan ketegangan politik yang terus terjadi di Mesir. Tidak semua menteri di Mesir akan diganti dalam perombakan kabinet itu, Perdana Menteri Hisyam Qandil dinyatakan masih dipertahankan di posisinya.

Menyikapi hal itu, An-Nur pun berkomentar. Menurutnya, perombakan kabinet itu tidak bisa menjadi solusi untuk mengatasi krisis. An-Nur yakin, keputusan itu tidak akan membuahkan perubahan.

Sementara itu, fraksi kiri dan liberal Mesir mendesak pemerintah melakukan perombakan kabinet yang lebih menyeluruh. Namun beberapa pejabat oposisi tetap menyetujui Pemerintah Mesir yang akan mempertahankan Qandil.

"Saya membayangkan kesulitan yang dialami Hisyam Qandil, tidak akan ada sosok ekonom kuat yang rela mengemban jabatan perdana menteri di saat munculnya krisis politik," ujar Sekretaris Jendral Partai Sosial Demokrat Mesir Ahmad Fawzy, seperti dikutip Reuters, Jumat (26/4/2013).

Beberapa pengamat berpendapat, Morsi gagal mewujudkan janjinya untuk memecahkan masalah yang dialami Mesir. Morsi pun dinyatakan menolak untuk berkomunikasi dengan oposisi.

Tepat pada Selasa kemarin, salah seorang penasihat Morsi, Mohammad Fouad Gadalla, memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Gadalla mengatakan, Morsi sudah gagal dalam memerintah. Gadalla juga melayangkan surat kritik terhadap politisi Ikhwanul Muslimin itu. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rini Soemarno Diragukan Bisa Laksanakan Agenda Trisakti