Polemik Kasus Susno Tenggelamkan Century & Hambalang

ilustrasi. Susno Duadji (Foto:Okezone)

Polemik Kasus Susno Tenggelamkan Century & Hambalang
JAKARTA - Tim eksekutor kejaksaan gagal melakukan eksekusi mantan Kabareskrim Komjen Purn Susno Duadji. Hal tersebut dinilai akan berimbas pada kepercayaan publik kepada Mahkamah Agung (MA).

"Gagalnya eksekusi Susno membuat bingung masyarakat akan kepastian hukum di negeri ini. Kasus Susno menunjukkan bahwa MA sebagai lembaga peradilan tertinggi, ternyata tidak profesional dan ini akan membuat krisis kepercayaan publik terhadap MA," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Jumat (26/4/2013).

Neta menuturkan gagalnya eksekusi itu akibat tidak jelas dan tidak tegasnya surat keputusan MA. Seharusnya, menanggapi ketidakjelasan itu Kejaksaan meminta fatwa dari MA terhadap surat keputusan tersebut.

"Bukan seperti sekarang ini cenderung membuat sensasi hingga polemik kasus Susno kian melebar. Bahkan elit-elit pemerintah ikut bicara dan makin memperkeruh situasi. Seolah-olah kasus susno menjadi runyam," terangnya.

Tapi manfaat yang didapat para elit pemerintah dari polemik kasus Susno adalah, tertutupnya pengungkapan kasus century dan terbenamnya kasus dugaan keterlibatan Ibas dalam kasus Hambalang. "Seperti yang pernah diungkapkan Julianis dalam kesaksiannya," tukasnya.

Seperti yang diketahui kegagalan mengeksekusi Susno Duadji tak lantas membuat Kejaksaan Agung kapok. Kejaksaan akan membuat jadwal ulang untuk menjebloskan mantan kepala Badan Reserse Kriminal (kabareskrim) Polri itu ke penjara. "Yang penting kita jadwalkan ulang," kata Jaksa Agung, Basrief Arief, Jumat 26 April kemarin.

Sekedar diketahui, Susno dijemput paksa di salah satu rumahnya di kawasan Bukit Dago Resort, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 24 April 2013, sekira pukul 10.20 WIB.

Eksekusi dilakukan oleh tim gabungan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Kejati Jawa Barat, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, menggunakan sekira 10 mobil.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memutuskan Susno bersalah dalam dua perkara korupsi, yakni kasus penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

Terkait PT SAL, dia didakwa karena menerima hadiah Rp500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus itu. Saat itu dia menjabat sebagai kabareskrim. Sedangkan saat dirinya menjabat sebagai Kapolda Jabar, dia memotong dana pengamanan sebesar Rp4,2 miliar untuk kepentingan pribadi.

Atas perbuatannya, Susno diganjar hukuman 3,5 tahun penjara. Mendapat vonis ini, Susno lantas mengajukan Kasasi. Namun, MA menolak kasasi Susno. Susno juga sudah tiga kali mangkir dari panggilan Kejaksaan (ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ahok Tak Otomatis Jadi Gubernur Gantikan Jokowi