Tak Punya Foto Uje, Makamnya Pun Jadi

|

Tak Punya Foto Uje, Makamnya Pun Jadi
JAKARTA - Makam Ustad Jeffry Al Buchori (Uje) masih ramai dikunjungi warga. Tak sedikit dari mereka yang sengaja datang hanya untuk mengambil gambar makam Uje.

Ibrahim (35), salah seorang warga yang turut mengambil foto menggunakan telepon genggamnya mengungkapkan, dirinya belum pernah bertemu dengan Uje. Karena Uje sudah meninggal, menurutnya, foto makamnya bisa dijadikan kenangan.

"Belum pernah ketemu. Foto ya buat kenang-kenangan saja," katanya di Taman Pemakam Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Minggu (28/4/2013).

Walaupun belum pernah bertemu, Ibrahim melihat Uje sebagai sosok yang baik kepada semua orang. Dia juga yakin jika almarhum disayang oleh semua orang. "Saya suka dengar ceramahnya dan melihatnya di televisi," ujar Ibrahim sembari melihat ke arah makam.

Sama halnya dengan Ibrahim,  Farhan (24), juga mengaku mengambil gambar makam Uje sebagai kenang-kenangan. "Saya memang belum pernah bertemu langsung. Lihat batu nisannya langsung juga sudah cukup. Saya doakan beliau diterima Allah SWT," ujarnya.

Salah satu anggota majelis taklim, Yani (43), juga datang ke makam Uje. Dia mengungkapkan, kedatangannya ke TPU Karet Bivak karena menghormati istri ustad kondang itu, Pipik Dian Irawati Popon, yang telah mengajar di majelis taklimnya.

"Waktu itu uminya (Pipik) ngajar majelis taklim. Umi dan Uje baik banget," ujarnya singkat.

Makam Uje tak henti-hentinya dikunjungi oleh warga. Seorang penjaga makam bernama Suparman mengungkapkan, sejak Jumat, peziarah selalu ramai mengunjungi makam Uje. "Dari Jumat, mobil enggak boleh lewat soalnya ramai," ungkap Suparman.

Uje meninggal dunia ketika sepeda motor yang dikendarainya menabrak pohon palem di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakata Selatan, pada pukul 01.00 WIB, Jumat lalu.
 
Uje sempat dibawa ke rumah sakit RS Pondok Indah namun, sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Uje meninggal dalam usian 40 tahun dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Kelurahan Karet Tengsin tepat di samping makam ayahandanya. (trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Hendardji Supandji Pimpin Yayasan LIA