Kasus Korupsi Ruislag Tanah, Mantan Pangdam V/Brawijaya Disidang

Djaja Suparman jalani sidang di Pengadilan Militer III Surabaya (Dok: Pramono/Sindo TV)

Kasus Korupsi Ruislag Tanah, Mantan Pangdam V/Brawijaya Disidang
SIDOARJO - Mantan Pangdam V/Brawijaya, Letjen TNI (Purn) Djaja Suparman, menjalani sidang kasus dugaan korupsi ruislag tanah Kodam V/Brawijaya senilai Rp13,6 miliar.

Sidang dilakukan di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya di Juanda, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/4/2013) siang.

Mengenakan kemeja batik coklat dan dikawal dua Polisi Militer, Djaja masuk ke ruang sidang. Sidang kedua ini beragenda mendengarkan tanggapan oditur militer atas eksepsi terdakwa.

Djaja diduga terlibat dalam kasus korupsi ruislag tanah di Dukuh Menanggal, Surabaya, pada 1998, saat dirinya masih menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya.

Sementara itu, Djaja yakin dakwaan terhadap dirinya tidak terbukti. Pria yang pernah menjabat Pangdam Jaya itu membantah keras dan menyatakan seluruh dakwaan oditur militer tidak benar. Melalui sidang tersebut, Djaja berharap agar keadilan bisa dilaksanakan tanpa ada muatan politik tertentu.

Sementara itu, oditur militer, Letjen TNI Sumartono mengatakan, Djaja telah menyalahgunakan wewenang dan jabatan saat menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya dengan melakukan ruislag tanah tanpa izin dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Kasus ini terungkap dari hasil audit BPK yang kemudian ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan setelah mendapat perintah dari KSAD.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menlu AS Jelaskan Status Palestina-Israel