Scan Lembar Jawaban UN Butuh 3 Tahap

Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

Scan Lembar Jawaban UN Butuh 3 Tahap
JAKARTA - Pembantu Rektor IV Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Soeprijanto mengatakan, ada tiga tahap proses pemindaian lembar jawaban ujian nasional (LJUN).

Pertama, tahap penerimaan berkas, berkas LJUN diterima UNJ dari sekolah atau dari rayon. Kedua, tahap pemberkasan, yakni dilakukan pencocokan jumlah LJUN dengan jumlah naskah soal.

"Petugas akan melacak keberadaan LJUN, kalau ada LJUN yang tidak masuk dalam bundel naskah, karena LJUN dan naskah soal dalam satu set. Tahap terakhir yaitu scanning atau pemindaian. Perguruan tinggi cuma memastikan bahwa perubahan data dari manual ke digital akurat," ujarnya, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Rabu (1/5/2013).

Soeprijanto menambahkan, posisi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) nantinya hanya sekadar memindai LJUN saja, untuk kepemilikan kunci jawaban tetap di Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik).

"UNJ tidak mempunyai kunci jawaban UN, kunci jawaban cuma dipegang Puspendik Balitbang Kemendikbud. Setelah semua LJUN telah dipindai, UNJ mengirimkan data digital ke Puspendik. Kemudian Puspendik melakukan penilaian berdasarkan kunci jawaban," ungkapnya.

Sekadar diketahui, selama empat hari pelaksanaan UN, ditemukan banyak insiden kekacauan. Salah satunya, kualitas hasil cetakan naskah soal dan LJUN yang sangat buruk dengan kertas sangat tipis. Bahkan, siswa di beberapa daerah kesulitan memperbaiki jawaban karena LJUN akan sobek ketika dihapus.

Tentu saja, kondisi buruknya LJUN ini membuat para peserta UN khawatir akan nasib nilai mereka. Meskipun mengerjakan soal dengan baik dan menjawab soal dengan benar, kesalahan teknis seperti itu akan membuat jawaban mereka tidak terbaca mesin pemindai (scanner) dan membuat nilai mereka kecil. Padahal, ini bukanlah kesalahan peserta UN.

UNJ pun didapuk sebagai pusat pemindaian LJUN untuk provinsi DKI Jakarta, keterlibatan PTN dalam proses pemindaian LJUN dilakukan untuk membantu siswa agar tidak ada yang dirugikan akibat kesalahan teknis dalam mengisi LJUN maupun proses pemindaian.

Sebanyak 128 ribu LJUN tingkat SMA akan dipindai di Gedung Pusat Studi dan Sertifikasi Guru UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur. Di sinilah para petugas pemindaian LJUN dari UNJ bekerja dengan teliti dan hati-hati memproses LJUN dengan menggunakan alat pindai (scanner).

"Tujuan utama pemindaian ini untuk mengubah data LJUN, dari data tertulis menjadi data elektronik atau digital. Data tersebut selanjutnya dikirim ke Puspendik Balitbang Kemendikbud," pungkasnya. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ibas: Kita Beri Jokowi Kesempatan 100 Hari