Kader Terlibat Investasi Bodong, PKS Depok Berang

|

Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

Kader Terlibat Investasi Bodong, PKS Depok Berang
DEPOK- Purwandriono alias Andri (46), kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tapos, Depok, diduga terlibat dalam investasi bodong senilai Rp 43 miliar.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Muttaqin berang, lantaran partainya disebut - sebut dikaitkan dengan bisnis investasi bodong itu. "Apa yang dilakukan Andri merupakan bisnis murni. Jangan pernah dikaitkan dengan partai," katanya di Gedung DPRD Depok, Selasa (30/04/2013).

Muttaqin mencium aroma tak sedap yang sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan PKS.  Kata dia, kasus investasi bodang bukan baru pertama terjadi di Depok. Sebelumnya juga pernah terjadi di Depok, yakni PT Gemilang Reksa Jaya (GRJ) dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Berkah Mandiri 24.  "Mengapa kasus itu tidak dikaitkan dengan partai politik. Padahal, direktur KSU pernah menyatakan akan menjadi caleg dari salah satu partai peserta pemilu," ungkapnya.

Ia mengingatkan warga Depok agar berhati-hati dalam menanamkan investasi. "Karakter orang Indonesia begitu, mau kaya tapi tidak mau bekerja keras. Padahal, investasi yang mereka lakukan berisiko tinggi," tukasnya.

Sementara itu, kediaman Andri di Perumahan Jatijajar, Blok B8, No.11 RT001/RW 011, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos sudah kosong sejak tiga minggu lalu. Rumah seluas 214 meter persegi terlihat kotor. Andri memiliki tiga orang anak dan dikenal aktif di lingkungan sekitar. Dia juga menjabat sebagai sekretaris rukun tetangga (RT). Andri juga merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun warga sekitar tidak mengetahui profesi Andri.

Sementara itu, hingga kini polisi belum juga berhasil menangkap aktor intelektual dibalik kasus ini. Andri mengelola usaha distribusi alat tulis kantor (ATK) di Koperasi Serba Usaha Bina Mandiri yang berkntor di Jalan Sentosa Raya No 27B-C, Sukmajaya, Depok. Bersama rekannya, Andri menawarkan pada nasabah untuk melakukan investasi dengan tawaran bunga diatas empat persen. Koperasi itu berdiri sejak tahun 2009. Dari hasil usaha kerbedok investasi ini Andri diduga membelikan sejumlah barang mewah. Seperti kendaraan roda empat mewah dan rumah. (ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rini Soemarno Diragukan Bisa Laksanakan Agenda Trisakti