Kerusuhan Baru di Myanmar, Rumah Ibadah Diserang

|

Sisa-sisa kerusuhan di Myanmar Maret lalu (Foto: AFP)

Kerusuhan Baru di Myanmar, Rumah Ibadah Diserang

YANGON - Kerusuhan kembali terjadi di Myanmar. Kali ini warga Myanmar menyerang rumah ibadah milik umat Islam dan beberapa toko pada Selasa 30 April kemarin.

Kerusuhan terbaru ini berlangsung di kota kecil Oakkan yang jaraknya sekira 100 kilometer dari Yangon. Serangan terhadap masjid itu diawali ketika seorang perempuan tidak sengaja bertabrakan dengan seorang biksu muda dan menjatuhkan mangkuk berisi sedekah.

"Menurut informasi yang diterima oleh pihak Kepolisian Myanmar, sebuah masjid dan toko diserang dalam kejadian ini. Polisi harus melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan warga," ujar juru bicara Presiden Myanmar, Ye Htut, seperti dikutip AFP, Rabu (1/5/2013).

"Beberapa toko tampak mengalami kerusakan tetapi tidak ada satupun bangunan yang terbakar. Memang terjadi serangan terhadap masjid yang dilempari batu oleh warga. Tetapi tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tutur seorang petugas polisi Myanmar.

Konflik komunal terus melanda Myanmar yang tengah berusaha bergerak menuju reformasi demokrasi. Maret lalu, kerusuhan terjadi di Kota Meikhtila dan menewaskan 43 jiwa. Kerusuhan itu juga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggalnya.

Beberapa biksu di Myanmar terlibat dalam kerusuhan yang terjadi. Sementara beberapa biksu lainnya terus menyuarakan kampanye nasionalis yang mendorong warga untuk memboikot toko-toko milik warga Muslim Myanmar.

Tahun lalu, sekira 200 orang juga tewas akibat warga etnis Rakhine dan etnis Muslim Rohingya. Selama ini, etnis Rohingya terus menderita diskriminasi dari warga dan Pemerintah Myanmar.

Sudah sejak lama kewarganegaraan etnis Rohingya tidak diakui dan Presiden Thein Sein pun lebih memilih mendeportasi ataupun menempatkan etnis Rohingya dalam penampungan. Sementara pejuang demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi juga tidak berbuat apapun mengenai kerusuhan itu.

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Warga China Kembali Terinfeksi Flu Burung