Dianggap Memihak di Pilgub, Sebuah Koran di Bali Diaben

(Foto: Rohmat/Okezone)

Dianggap Memihak di Pilgub, Sebuah Koran di Bali Diaben
DENPASAR - Jika umumnya manusia yang diaben, aksi yang dilakukan beberapa pemangku atau tokoh agama Hindu di Bali kali ini agak berbeda. Mereka justru mengaben koran di Bali karena pemberitaannya dianggap memihak salah satu kandidat dalam pemilihan gubernur.
 
Sejumlah pemangku (pemimpin upacara Hindu) berpakaian serba putih, menggelar aksi damai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Kamis (2/5/2013).
 
"Ada satu media di Bali yang melakukan pembohongan publik, menyiarkan Pilgub secara tidak berimbang, cenderung menjelekkan pasangan lain, itu pembohongan publik," tegas Ketua Aliansi Masyarakat Anti Pembohongan publik Wayan Baskara di sela aksi.
 
Padahal, fungsi media memberikan pendidikan politik masyarakat. "Bukannya mendidik masyarakat cerdas tetapi justru dibodohi," tudingnya.
 
Koran tertua dan terbesar di Bali itu, kemudian diaben sebagai simbol pemusnahan sesuai ritual agama Hindu atau juga disebut prelina. Kegiatan tersebut juga sebagai simbol pembakaran niat yang jahat, rencana jahat, tingkah laku yang jahat dan sebagainya. "Yang kami bakar bukan medianya, tetapi simbol niat buruk, tingkah laku yang buruk," dalihnya.
 
Dengan aksi semacam ini, dia berharap media bersangkutan bisa kembali dengan semangat baru dan mengedepankan prinsip-prinsip dan etika jurnalistik. Jalannya aksi mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian baik berseragam maupun berpakaian preman.
(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Josephine Tak Menyangka Dapat Tumpeng dari Jokowi