Mendikbud Garap UU Sisdiknas

|

Foto : Mendikbud M Nuh/Margaret Puspitarini-okezone

Mendikbud Garap UU Sisdiknas

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbu)d Mohammad Nuh mengaku membuat konvensi nasional tentang pelaksanaan Undang-Undang (UU) Sisdiknas.  

"Maret, April selalu ramai soal UN, pada saat pertemuan dengan PGRI tentang kontroversi-kontroversi. Kita buat konvensi nasional tentang pelaksanaan UU Sisdiknas, kita bertemu dengan satu titik kita ambil kesepakatan bersama agar tidak terjebak kontraversi termasuk didalam UN," ujar M Nuh di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (2/5/2013).

 

Pihaknya akan mempersiapkan konvensi itu sehingga tidak ada lagi kontroversi dan tidak kontraproduktif. Menrutnya, perlu waktu untuk mempersiapkan perkiraan September, sehingga masing-masing kita harapkan hasil itu ada kesimpulan kontroversi yang tidak bisa diselesaikan bersama-sama.

 

"Kita siapkan siapa saja yang kita ajak sebagai narasumber, untuk masing-masing punya pandangan akademik. Dengan kesepakatan bersama, ayo kita duduk bareng kita selesaikan bersama," lanjutnya.

 

Nuh menambahkan, hasil investigasi yang disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kemendikbud Haryono Umar dan Mendikbud belum bisa melaporkan hasil investigasi lebih lanjut.

 

"Pak Irjen sudah menyampaikan sebagian hasil dari titik pelaksanaan, percetakan, dan pengawasan. Di dalam investigasi lebih lanjut saya belum bisa melaporkan, tapi saya mempunyai prinsip dasar, yang pertama menghargai Irjen melakukan investigasi mulai dari penataan sistem, penguatan, begitu masuk ke personal.

 

Nuh menambahkan, dia akan memberikan sanksi-sanksi berupa sanksi ringan seperti peringatan secara tertulis maupun pencopotan jabatan.

 

"Siapa yang terbukti melakukan kelalaian tentu kita berikan sanksi, sanksi mulai dari yang ringan secara peringatan tertulis sampai pada pencopotan jabatan bersangkutan. Sanksi-sanksi itu terkait dengan jenjang tapi ada pencopotan karena tidak semua jabatan-jabatan di Kemendikbud diangkat oleh Menteri, saya juga tidak serta merta karena atasannya lah yang mempunyai kewenangan atas pencopotan jabatan tersebut," imbuhnya.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tiga Pendaki Dievakuasi dari Gunung Guntur