Korupsi Jamaah, 32 Eks Anggota DPRD Divonis 1-1,5 Tahun

|

Suasana persidangan Pengadilan Tipikor di Yogyakarta (Foto: Prabowo/okezone)

Korupsi Jamaah, 32 Eks Anggota DPRD Divonis 1-1,5 Tahun

YOGYAKARTA - Pengadilan Tipikor Yogyakarta menjatuhkan vonis kepada 32 mantan anggota DPRD Gunungkidul periode 1999-2004. Mereka dinyatakan bersalah karena melakukan korupsi dana purna tugas dan kesejahteraan dari APBD dengan nilai total sebanyak Rp3,05 miliar.

Hakim yang dipimpin Eko Purwanto menjatuhkan vonis ke-32 anggota dewan itu secara bervariasi mulai dari vonis 1 tahun penjara dan denda penganti senilai Rp50 juta hingga vonis 1 tahun 6 bulan.

Jika uang denda senilai 50 juta itu tidak dibayarkan, maka terdakwa harus menganti dengan hukuman kurungan selama 2 bulan penjara.

Eko menyampaikan beberapa hal yang meringankan dan yang memberatkan terhadap putusan tersebut.

“Yang meringankan itu mereka merupakan kepala rumah tangga, sebagian besar lanjut usia, sopan dalam persidangan, tidak mempersulit jalannya persidangan, belum pernah dihukum, dan sebagian besar sudah mengembalikan kerugian negara," kata Eko kepada wartawan, Kamis (2/5/2013).

Sedangkan yang memberatkan, lanjutnya, sebagian besar tidak mengakui bersalah dalam kasus korupsi dana purna tugas selama menjadi anggota dewan. Selain itu, perbuatan yang dilakukan para anggota dewan itu bertentangan dengan semangat pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

"Mereka tidak memberikan teladan yang baik kepada masyarakat," katanya.

Mendengar putusan itu, para terdakwa terlihat kecewa. Begitu juga dengan beberapa penasihat hukum para terdakwa. Mereka berencana banding atas vonis putusan tersebut. Padahal, Jaksa Penuntut Umum menuntut hukuman antara 4-7 tahun penjara.

“Mereka tidak bersalah, banyak fakta hukum yang tidak diperhatiakan majelis hakim," kata Dedi Suwardi, kuasa hukum mayoritas para terdakwa.

Dedi mengaku, menjadi penasihat hukum kepada 22 orang dari 32 orang terdakwa.

"Ini masih punya waktu satu minggu pasca putusan, kita akan berembuk dulu, alternatif terakhir yang kita lakukan tentu banding," paparnya.

Senada disampaikan terdakwa Ternalem. Pria yang kini masih menjadi anggota DPRD DIY itu bersama 31 terdakwa lainnya akan melakukan musyawarah untuk menemukan jalan terbaik atas putusan itu.

“Jangan bicara banding dulu, kita belum terima berkas salinan putusan, kita pelajari dahulu, baru langkahnya kedepannya seperti apa belum kita putuskan," katanya.

Sebagaimana diketahui, ada 33 anggota DPRD Gunungkidul yang tersandung masalah korupsi berjamaah. Satu orang atas nama, Sugeng Handoko meninggal sehingga berkas tidak sampai disidangkan di Pengadilan Tipikor Yogyakarta.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Harta Menteri Anies Rp5 M