PT KAI Paksa Keluar Penghuni Rumah Dinas

|

TULUNGAGUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop V Madiun meminta paksa para penghuni rumah dinas pejabat Stasiun Tulungagung mengosongkan tempat tinggal.

 

Alasan pengeosongan, selain sudah pensiun KAI berencana menarik kembali semua rumah dinas tersebut ke dalam aset institusi.

 

“Karenanya kita tertibkan. Kami sudah meminta penghuni rumah untuk segera melakukan pengosongan secepatnya, “ kata Kahumas Daops V Madiun Sugiono, kepada wartawan, Rabu (1/5/2013).

 

Ada tiga unit rumah dinas yang berada di wilayah komplek stasiun Tulungagung. Dalam sejarahnya, penyediaan rumah dinas tersebut diperuntukkan kepada para pimpinan stasiun dan pejabat setingkat dibawahnya. Informasi yang dihimpun, rumah dinas tersebut dihuni sejak tahun 70an.

 

Meski para pejabat sudah tidak menjabat karena pensiun, mereka enggan meninggalkan rumah yang notabene berstatus aset PT Kereta Api Indonesia. Tidak hanya yang bersangkutan. Rumah itu juga dihuni secara turun temurun.

 

Bahkan bagian depan rumah yang merupakan lahan yang cukup luas telah disewakan kepada orang lain. Ada sejumlah lapak dan ruko yang setiap bulan pemiliknya harus membayar uang sewa kepada penghuni rumah dinas.

 

“Tentunya hal itu (penyewaan) tidak diperbolehkan. Karenanya kita melakukan penertiban “jelasnya. Meski sepenuhnya sebagai pemegang kekuasaan, PT KAI masih bersedia memberi toleransi waktu kepada para penghuni untuk melakukan persiapan. “Sebab kita berharap pengosongan rumah dinas ini berjalan dengan baik, “pungkasnya.

 

Salah seorang penghuni rumah dinas, Dido menyatakan bersedia mengosongkan bangunan yang bukan haknya. Ia mengakui seluruh tempat tinggal dan aset yang telah disewakan untuk menjadi ruko perdagangan itu milik PT KAI. “Kami akan pindah. Namun kami meminta beberapa bulan lagi untuk persiapan, “tuturnya.

(cns)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pemprov DKI Promosikan Budaya Ibu Kota di Timur Tengah