Pilkada "Dagelan" ala Bondowoso

|

Cabup Amin Said Husni, cawabup Abdul Manan dan Achmad Dhofir berbincang gayeng di rumah dinas DPRD belum lama ini

Pilkada

BONDOWOSO - Pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Bondowoso tinggal empat hari lagi, namun situasi demokrasi makin tak menentu. Kabar soal adanya salah satu calon kepala daerah "boneka" juga makin menyeruak di Kota Tape ini.

 

Calon yang dianggap boneka agar tidak membuat pilkada Bondowoso itu gagal karena hanya ada satu pasangan calon saja itu diduga yakni pasangan calon Mustawiyanto–Abdul Manan atau Muna. Calon Muna sendiri awalnya diusung oleh PKNU saja. Sedangkan pasangan calon yang dianggap menciptakan calon boneka itu yakni pasangan calon Amin Said Husni-Syalwa Arifin atau Aswaja.

 

Calon Aswaja ini didukung 19 partai politik baik memiliki kursi di dewan maupun tidak. Amin juga merupakan calon bupati incumbent saat ini. Calon yang lain seperti Harisma yang diusung PDIP gagal mengusung calon karena kurangnya dukungan partai politik. Begitupula calon dari unsur independen, dari dua pasangan calon tidak bisa memenuhi dukungan riil yang ditunjukkan dengan KTP.

 

Dagelan Pilkada Bondowoso itu juga semakin kentara ketika DPC PKNU Bondowoso akhirnya menarik dukungannya terhadap pasangan cabup Muna. Muna sebelumnya diusung oleh PKNU ketika itu masih diketuai Achmad Dhofir. Dua pekan lalu Dhofir yang juga Ketua DPRD Bondowoso itu sudah loncat partai menjadi Ketua DPC PKB Bondowoso. Sedangkan dalam susunan Tim Sukses calon Muna, nama Dhofir sampai sekarang masih tercatat di data KPUD. Dipastikan calon Muna ini akhirnya melaju dalam Pilkada tanpa didukung satu partaipun.

 

Sayangnya, meski nampak kentara Pilkada sandiwara, KPUD dan Panwaskab juga diam tanpa mengambil tindakan sesuai kewenangan lembaga pemilu tersebut. PKNU ketika ke KPUD membawa sekitar seratus orang berasal dari PKNU Bondowoso. Mereka menyampaikan surat resmi penarikan dukungan terhadap pasangan calon Muna yang didukung dan diusung sebelumnya.

 

Selain mengantarkan surat penarikan dukungan, massa yang sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua itu sempat berorasi selama beberapa saat di halaman kantor KPU. Mereka mengecam dan menyoroti kinerja KPUD dalam pelaksanaan Pilkada yang dinilai tidak netral dan diduga mendukung salah satu calon diduga yakni Aswaja.

 

Ketua DPC PKNU Bondowoso Khusairi mengatakan, berdasarkan rapat yang telah dilakukan di internal partainya, pelaksanaan Pilkada di Bondowoso dinilai sarat dengan rekayasa politik atau sandiwara Pilkada.  "Selain itu, kami menilai telah terjadi intrik-intrik politik yang membunuh demokrasi yang ada di Bondowoso," kata Khusairi.

 

Tak hanya itu, menurutnya, bagaimana pasangan Muna bisa bertarung di Pilkada jika semuanya dikendalikan oleh pasangan lawan. Untuk atribut kampanye saja, Muna tidak ada karena kendala biaya. Sedangkakan untuk kampanye, calon Muna juga tidak melakukan itu dengan alasan pasif. "Ini merupakan konspirasi politik dan Pilkada akal-akalan saja," katanya. 

 

Sekedar diketahui, Pilkada Bondiowoso bakal digelar 6 Mei 2013 mendatang. Pasca PKNU menarik dukungan terhadap Muna, partai berbasis nahdliyin itu belum ada kejelasan memberikan suaranya ke pasangan calon Aswaja.

 

Ketua DPC PKB Bondowoso Achmad Dhofir mengatakan, tidak mungkin calon Muna akan mundur dari pencalonan pilkada yang sudah ditetapkan KPUD. "Kalau mundur dari pencalonan bisa kena denda Rp 20 miliar dan saya perkirakan tidak mungkin mampu Muna membayar itu. Yang jelas pilkada Bondowoso ini sangat demokratis dan sesuai dengan kehendak mayoritas warga Bondowoso," tandas Dhofir.

 

Sedangkan Hadi Ismanto, salah satu Anggota KPUD membenarkan jumlah dan persebaran alat peraga kampanye antar dua pasang kandidat tersebut tak seimbang. Namun, KPU tak bisa berbuat apa-apa. 

 

"Yang lebih memaksimalkan (kampanye seharusnya) pasangan tersebut, bukan kami. Persoalan banner di sekitar jalan yang mendominasi pasangan tertentu, itu hak mereka," kata Hadi.

 

Dia menambahkan, seharusnya duet Muna memiliki greget untuk berkampanye. "Bukan  kami. KPUD sudah optimal. Kami sudah melakukan ajakan untuk mengurangi golput, dan melakukan sosialisasi hingga tingkat desa," katanya.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    New York Gelar Pawai Halloween