Kasus Cebongan Diyakini Bagian dari Operasi Militer

|

Kasus Cebongan Diyakini Bagian dari Operasi Militer

JAKARTA - Kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, yang melibatkan oknum Kopassus beberapa waktu lalu telah ditangani oleh pengadilan militer. Namun bukan berarti hal itu sudah mengampuni kesalahan para oknum Kopassus tersebut.

 

Pakar Hukum Pidana Ganjar Bondan setidaknya mencatat ada beberapa hal yang janggal dalam penanganan kasus tersebut, terutama yang berkaitan dengan mekanisme pengadilan militer sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Peradilan Militer.

 

Menurut Ganjar, hal yang disayangkan adalah peradilan militer seolah hanya menyasar atau mengorbankan para prajurit yang terbukti melakukan penyerangan itu. Padahal, seharusnya peradilan militer juga menelusuri keterlibatan atasan mereka.

 

"Kasus Cebongan harus lari dulu ke peradilan militer, karena memang begitu (prosedurnya). Tapi yang salah itu UU-nya, kok menyasar kompetensinya ke prajurit. Ini harus diubah," ujarnya dalam diskusi di Kantor LBH, Jakarta, Jumat (3/5/2013).

 

Pria yang juga tercatat sebagai dosen di Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, dengan dibawanya kasus tersebut ke peradilan militer, secara tidak langsung hal itu justru semakin meyakinkan bahwa penyerangan tersebut memang dilakukan dengan perencanaan yang terstruktur.

 

"Dengan dibawa ke peradilan militer, mereka mengakui bahwa ini operasi militer. Dengan teriak-teriak tidak ada pelanggaran HAM, atau apa lah, itu menunjukan bahwa ini memang operasi militer," tegasnya.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Alihkan Hujan Jakarta, BNPB Tunggu Surat Gubernur