Karyawan Pabrik Kuali Sering Disundut Rokok dan Disiram Air Panas

|

Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

Karyawan Pabrik Kuali Sering Disundut Rokok dan Disiram Air Panas

TANGERANG- Petugas Polresta Tangerang menggelar reka ulang kasus penyiksaan  terhadap buruh di sebuah pabrik kuali yang terletak  di RT 3/4, Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Kegiatan rekonstruksi itu digelar petugas Polresta Tangerang pada  Sabtu (4/5/2013) sekitar pukul 09.00-12.00 WIB.

 

Dari reka ulang diketahui buruh pabrik yang disekap pemilik ternyata juga mengalami siksaan. Mulai dari tendangan, pukulan, disundut rokok hingga disiram air keras.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga mengatakan, dari hasil rekonstruksi itu, diketahui ada empat tersangka dalam kasus tersebut.

Keempatnya adalah,  Tedi Sukarno (35),dengan dugaan  telah melakukan kekerasan fisik terhadap 16 buruh dengan cara memukul menggunakan  tangan kosong menampar, menendang, menyundutkan rokok, dan sering siram air panas.

Yuki Irawan (41), pemilik pabrik. Dia melakukan kekerasan fisik terhadap 13 buruh dengan cara menampar, memukul dengan tangan dan mendorong kepala buruh.

Tersangka ketiga, Sudirman alias Dirman (34), telah melakukan kekerasan fisik terhadap empat  buruh dengan cara menampar, memukul kepala dari belakang. Sedangkan Nurdin alias Umar (25),  telah melakukan kekerasan fisik terhadap lima buruh, dengan cara memukul dengan tangan kosong, menampar, serta memukul bagian kepala.

"Pemukulan terjadi sejak buruh awal bekerja di tempat usaha tersebut. Ada 83 adegan rekonstruksi yang diperagakan. Diantara keempatnya adalah pemilik, ketua mandor dan mandor," ujarnya. 

Shinto  juga mengatakan, kegiatan rekonstruksi ini juga didampingi penasehat hukum yang ditunjuk oleh penyidik.  Shinto juga menerangkan, disela rekontruksi para buruh korban industri tersebut bertemu dengan aktivis KontraS. "Buruh juga sudah diberangkatkan kembali ke kampung halamannya, Cianjur dan Lampung," ujarnya.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mulai 1 November Harian Jurnas Ditutup